Lombok Barat, NTB – Pemerintah pusat tengah menggencarkan program swasembada pangan sebagai pilar utama kedaulatan bangsa. Menanggapi visi besar tersebut, jajaran Kepolisian Resor (Polres) Lombok Barat melalui Polsek Labuapi terus memperkuat peran personel di lapangan. Salah satu aksi nyata ditunjukkan oleh Bhabinkamtibmas Desa Karang Bongkot yang secara konsisten melaksanakan kegiatan sambang produktif guna mendampingi para petani lokal dalam mengoptimalkan potensi pertanian di wilayahnya.
Langkah ini bukan sekadar kunjungan rutin, melainkan sebuah upaya strategis untuk memastikan masyarakat pedesaan menjadi garda terdepan dalam menjaga stabilitas pasokan pangan. Dengan terjun langsung ke sawah dan ladang, Polri berupaya menghapus sekat antara aparat dan warga, sekaligus memberikan dukungan teknis maupun moral bagi para pejuang pangan.
Penguatan Sektor Pertanian di Desa Karang Bongkot
Pada Rabu (11/2), suasana di lahan persawahan Desa Karang Bongkot tampak berbeda dengan kehadiran personel Bhabinkamtibmas. Kehadiran petugas di tengah hijau hamparan tanaman jagung ini bertujuan untuk memantau perkembangan komoditas unggulan warga yang kini memasuki masa pemeliharaan rutin. Fokus utama dari kegiatan ini adalah memastikan proses tanam berjalan optimal tanpa kendala berarti, baik dari sisi pengairan maupun pengendalian hama.
Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Labuapi, Iptu I Nyoman Rudi Santosa, menegaskan bahwa kehadiran Polri di sektor pertanian merupakan bentuk tanggung jawab moral untuk menyukseskan program pemerintah. Menurutnya, ketahanan pangan adalah kunci dari stabilitas keamanan dan ekonomi di tingkat akar rumput.
“Personel Bhabinkamtibmas Desa Karang Bongkot konsisten melaksanakan kegiatan sambang produktif guna memperkuat sektor pertanian warga. Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong dan mengajak masyarakat secara aktif menyukseskan program pemerintah dalam bidang ketahanan pangan nasional melalui optimalisasi lahan produktif di wilayah pedesaan,” ujar Iptu I Nyoman Rudi Santosa saat memberikan keterangan resminya.
Motivasi Keberlanjutan Tanam dan Apresiasi bagi Petani
Selain melakukan pengawasan, personel kepolisian juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para petani yang tetap gigih mengolah lahan mereka. Dalam dialog hangat di pinggir sawah, petugas memberikan motivasi agar para petani tetap konsisten dan tidak membiarkan lahan mereka menganggur. Semangat keberlanjutan tanam ini dinilai sangat krusial, mengingat tantangan perubahan iklim dan dinamika pasar yang kerap memengaruhi semangat para produsen pangan lokal.
Pesan yang disampaikan petugas sangat jelas: setiap jengkal tanah yang produktif adalah kontribusi nyata bagi negara. Polri mengajak seluruh lapisan warga untuk melihat potensi ekonomi yang besar dari sektor pertanian, sehingga desa tidak hanya menjadi konsumen, tetapi mampu menjadi penyuplai kebutuhan pangan bagi wilayah lain di Kabupaten Lombok Barat.
Optimalisasi Pekarangan Keluarga untuk Gizi Mandiri
Tidak hanya berfokus pada lahan persawahan yang luas, program sambang produktif ini juga menyasar area permukiman warga. Bhabinkamtibmas Desa Karang Bongkot aktif mensosialisasikan pentingnya pemanfaatan lahan pekarangan rumah. Warga didorong untuk menanam tanaman hortikultura, seperti sayur-mayur dan buah-buahan bergizi, guna menunjang kebutuhan konsumsi harian keluarga secara mandiri.
Strategi ini dianggap efektif untuk menekan pengeluaran rumah tangga sekaligus meningkatkan standar gizi keluarga. Dengan memanfaatkan pekarangan, ketergantungan masyarakat terhadap pasar luar dapat dikurangi, sehingga ketahanan pangan benar-benar dimulai dari unit terkecil, yaitu keluarga. Inisiatif ini sejalan dengan visi swasembada pangan yang merata dan berkelanjutan di seluruh pelosok negeri.











