BeritaPeristiwa

Respons Cepat Banjir Ngemplak: Ratusan KK Terdampak, Evakuasi Terkendali

×

Respons Cepat Banjir Ngemplak: Ratusan KK Terdampak, Evakuasi Terkendali

Sebarkan artikel ini
Respons Cepat Banjir Ngemplak: Ratusan KK Terdampak, Evakuasi Terkendali
Respons Cepat Banjir Ngemplak: Ratusan KK Terdampak, Evakuasi Terkendali

Boyolali, 4 April 2025 – Musibah banjir melanda Dukuh Ledok, RT 03 RW 07, Desa Sawahan, Kecamatan Ngemplak, Boyolali, pada Kamis (3/4) sore, memicu respons cepat dari Pemerintah Kabupaten Boyolali dan Polres Boyolali. Bupati Boyolali, Agus Irawan, bersama Kapolres Boyolali, AKBP Rosyid Hartanto, terjun langsung ke lokasi untuk meninjau proses evakuasi warga terdampak pada malam harinya.

Kehadiran kedua pimpinan daerah ini menunjukkan keseriusan pemerintah dan aparat kepolisian dalam menangani bencana alam yang menimpa warganya. Mereka didampingi oleh Kapolsek Ngemplak, AKP Widarto, serta personel gabungan dari TNI, POLRI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), dan tim dari Pos Pengamanan (Pos Pam) Gerbang Tol (GT) Bandara Adi Soemarmo.

Evakuasi Cepat dengan Armada Perahu Karet

Tim gabungan bergerak cepat setelah menerima laporan mengenai banjir yang terjadi sekitar pukul 14.30 WIB akibat hujan deras dengan intensitas tinggi. Air mulai meluap dan memasuki permukiman warga sekitar pukul 16.15 WIB. Koordinasi awal segera dilakukan untuk mempercepat proses penyelamatan warga yang sempat terjebak di dalam rumah mereka. Sebanyak lima armada perahu karet dikerahkan untuk mengevakuasi warga ke tempat yang lebih aman.

Kapolres Boyolali, AKBP Rosyid Hartanto, menegaskan bahwa kehadiran pihaknya di lokasi merupakan wujud komitmen Polri untuk selalu hadir di tengah masyarakat, terutama saat terjadi musibah. “Kami berkomitmen untuk hadir di tengah masyarakat saat terjadi bencana. Proses evakuasi berjalan lancar berkat sinergi semua pihak,” ungkap AKBP Rosyid di lokasi banjir, Kamis (3/4) malam.

Ratusan Kepala Keluarga Terdampak

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun hingga pukul 21.20 WIB, tercatat sebanyak 150 Kepala Keluarga (KK) terdampak banjir. Rinciannya, 58 KK berada di wilayah perumahan dan 92 KK lainnya berada di wilayah kampung. Total jiwa yang terdampak mencapai 410 orang. Meskipun demikian, terdapat enam orang warga yang memilih untuk tidak dievakuasi lantaran mengamankan keluarga mereka di lantai dua rumah masing-masing.

Baca Juga :  Polres Sumbawa Barat Gelar Doa Bersama Malam Nisfu Sya'ban

Kapolsek Ngemplak, AKP Widarto, menambahkan bahwa proses evakuasi berjalan dengan lancar dan tanpa adanya kendala yang berarti. “Kondisi cuaca saat ini sudah membaik, hujan telah reda dan ketinggian air mulai surut. Listrik di lokasi sementara dipadamkan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, dan akan dinyalakan kembali setelah situasi benar-benar aman,” jelas AKP Widarto. Langkah pemadaman listrik ini merupakan tindakan preventif untuk menghindari potensi bahaya akibat korsleting listrik di tengah genangan air.

Apresiasi Masyarakat atas Respons Cepat

Masyarakat Dukuh Ledok menyampaikan apresiasi yang tinggi atas respons cepat dan tanggap dari personel gabungan. Mereka merasa terbantu dengan proses evakuasi yang dilakukan secara humanis dan penuh kepedulian. Kehadiran aparat pemerintah dan kepolisian di tengah kesulitan mereka memberikan rasa aman dan menunjukkan bahwa mereka tidak sendiri dalam menghadapi musibah ini.

Dengan situasi yang berangsur kondusif, Polres Boyolali menyatakan akan tetap menyiagakan personelnya untuk terus memantau perkembangan situasi dan memastikan keamanan lingkungan pascabanjir. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi kemungkinan adanya dampak susulan atau kebutuhan bantuan lebih lanjut dari masyarakat.

Bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan atau ingin melaporkan situasi darurat, Polres Boyolali mengimbau untuk segera menghubungi Call Center Polri 110 atau melalui Chatbot SiBOBA di WhatsApp dengan nomor +62 823-2694-8383. Langkah ini diharapkan dapat mempermudah masyarakat dalam mengakses bantuan dan informasi yang dibutuhkan dalam situasi darurat.

Musibah banjir di Dukuh Ledok ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan dan sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana alam. Respons cepat dan terkoordinasi yang ditunjukkan oleh Pemerintah Kabupaten Boyolali dan Polres Boyolali diharapkan dapat meminimalkan dampak buruk dari bencana ini dan mempercepat proses pemulihan bagi warga terdampak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *