Karanganyar, Jawa Tengah – Tindakan cepat dan humanis ditunjukkan oleh dua personel Polsek Jumantono, Aipda Prayitno dan Aipda Dedi, saat mengevakuasi seorang warga Dusun Ngelosari, Desa Sambirejo, Kecamatan Jumantono, Kabupaten Karanganyar, yang mengalami gangguan jiwa (ODGJ) dan mengamuk. Peristiwa ini terjadi pada Kamis (3/4/2025) dan mendapat apresiasi dari pimpinan Polres Karanganyar.
Informasi mengenai adanya seorang ODGJ yang mengamuk diterima oleh personel Polsek Jumantono yang sedang bertugas. Tanpa menunda waktu, Aipda Prayitno dan Aipda Dedi segera menuju lokasi kejadian untuk melakukan penanganan. Setibanya di Dusun Ngelosari, petugas mendapati situasi yang cukup menegangkan. Warga sekitar merasa resah dengan perilaku individu tersebut yang dinilai dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain.
Koordinasi Cepat dengan Keluarga dan Perangkat Desa
Melihat kondisi yang memerlukan penanganan khusus, kedua anggota polisi tersebut tidak bertindak gegabah. Mereka segera berkoordinasi dengan pihak keluarga ODGJ dan Ketua RW setempat. Pembicaraan singkat namun efektif dilakukan untuk mencari solusi terbaik dalam menangani situasi tersebut. Hasil dari koordinasi ini adalah keputusan untuk mengevakuasi ODGJ tersebut ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Surakarta. Langkah ini diambil agar penderita mendapatkan penanganan medis yang tepat dan komprehensif sesuai dengan kondisinya.
Apresiasi dari Polres Karanganyar
Kapolres Karanganyar melalui PS. Kasi Humas Polres Karanganyar, IPTU Sulis Setyawan, memberikan apresiasi tinggi atas kesigapan dan kepedulian yang ditunjukkan oleh Aipda Prayitno dan Aipda Dedi. Menurutnya, tindakan kedua personel Polsek Jumantono ini merupakan wujud nyata dari komitmen Polri dalam melayani dan melindungi masyarakat.
“Ini adalah bentuk nyata pengabdian kami kepada masyarakat. Personel kami selalu siap sedia membantu masyarakat dalam segala situasi, termasuk saat ada kasus seperti ini,” tegas IPTU Sulis dalam keterangannya. Ia menambahkan bahwa respons cepat dan tepat dari anggota di lapangan sangat penting dalam menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.
Imbauan Kepada Masyarakat untuk Proaktif Melapor
Lebih lanjut, IPTU Sulis juga menyampaikan imbauan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Karanganyar agar tidak ragu untuk melaporkan kepada pihak kepolisian jika menemukan kondisi serupa di lingkungan sekitar mereka. Kerja sama yang baik antara masyarakat dan kepolisian, menurutnya, akan sangat membantu dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
“Kami berharap masyarakat bisa bekerja sama dengan baik, karena keamanan dan ketertiban lingkungan adalah tanggung jawab bersama,” imbuhnya. Ia menekankan bahwa laporan dari masyarakat akan segera ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian demi mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
Sinergi Kepolisian dan Masyarakat Ciptakan Kondisi Aman
Kejadian di Dusun Ngelosari ini menjadi contoh konkret bagaimana sinergi yang harmonis antara kepolisian dan masyarakat dapat terwujud dalam upaya menciptakan situasi yang aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Karanganyar. Kesigapan personel Polsek Jumantono dalam menangani kasus ODGJ ini menunjukkan bahwa Polri tidak hanya bertugas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi terhadap warganya. Evakuasi yang berjalan lancar berkat koordinasi yang baik ini diharapkan dapat memberikan penanganan yang dibutuhkan bagi penderita ODGJ dan mengembalikan rasa aman bagi masyarakat sekitar.
Tindakan Aipda Prayitno dan Aipda Dedi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi personel kepolisian lainnya untuk selalu responsif dan humanis dalam melayani masyarakat. Kehadiran polisi di tengah masyarakat, terutama dalam situasi-situasi sulit seperti ini, sangatlah penting untuk memberikan rasa aman dan membantu menyelesaikan permasalahan yang ada. Dengan terus meningkatkan kualitas pelayanan dan respons terhadap kebutuhan masyarakat, diharapkan citra Polri di mata publik akan semakin positif.