Gaya HidupKesehatan Mental

Social Battery Low, Beneran Ada atau Cuma Alasan Introvert?

×

Social Battery Low, Beneran Ada atau Cuma Alasan Introvert?

Sebarkan artikel ini
Social Battery Low, Beneran Ada atau Cuma Alasan Introvert?
Social Battery Low, Beneran Ada atau Cuma Alasan Introvert? (www.freepik.com)

case.web.id – Social battery low adalah kondisi ketika seseorang merasa kehabisan energi atau terkuras mentalnya setelah terlibat dalam interaksi sosial, bahkan dengan orang-orang terdekat. Pernah nggak sih kamu lagi asyik ngobrol sama teman-teman, tapi tiba-tiba ada satu titik di mana kamu merasa pengen banget menyendiri dan nggak dengar suara apapun lagi? Nah, bisa jadi itu tandanya social battery kamu lagi low alias menipis. Fenomena ini makin sering dibicarakan, apalagi di era serba terhubung seperti sekarang, di mana interaksi sosial bisa terjadi kapan saja dan di mana saja.

Mengenali Tanda-Tanda Social Battery Low, Biar Nggak Salah Paham

Mungkin kamu sering merasakannya, tapi belum ngeh kalau itu adalah gejala social battery low. Biar lebih jelas, yuk kenali beberapa ciri-cirinya:

Mudah Merasa Lelah, Bahkan Setelah Interaksi yang Menyenangkan

Ini bukan cuma capek fisik biasa. Lelah yang dirasakan saat social battery low lebih ke arah mental dan emosional. Bahkan setelah ngobrol seru atau hangout bareng teman yang kamu suka, kamu bisa tiba-tiba merasa lemas dan nggak bersemangat. Rasanya seperti energi kamu sudah terkuras habis.

Cemas atau Tidak Nyaman dalam Situasi Sosial yang Biasanya Oke Aja

Situasi sosial yang dulunya terasa menyenangkan, tiba-tiba jadi bikin kamu nggak nyaman atau bahkan cemas. Kamu mungkin jadi lebih sensitif terhadap suara bising, keramaian, atau bahkan percakapan yang sedang berlangsung. Perasaan ini bisa muncul tiba-tiba, bahkan saat kamu sedang berada di tengah-tengah acara.

Menghindari Interaksi Sosial, Padahal Biasanya Ramah

Kalau biasanya kamu adalah orang yang supel dan senang ngobrol, saat social battery low, kamu justru cenderung menarik diri dan menghindari interaksi sosial. Ajakan untuk kumpul atau sekadar ngobrol santai bisa jadi terasa seperti beban. Kamu lebih memilih untuk menghabiskan waktu sendirian dan melakukan aktivitas yang nggak melibatkan orang lain.

Baca Juga :  Keluarga Harmonis? Waspadai 3 Manipulasi Terselubung Ini!

Sulit Fokus dan Konsentrasi Saat Diajak Ngobrol

Saat social battery menipis, otak kita jadi lebih sulit untuk memproses informasi dan fokus pada percakapan. Kamu mungkin jadi sering melamun, nggak nyambung saat diajak ngobrol, atau bahkan jadi lebih pelupa. Hal ini tentu bisa bikin frustrasi, baik bagi diri sendiri maupun lawan bicara.

Perubahan Mood yang Drastis Tanpa Alasan Jelas

Perubahan mood yang tiba-tiba juga bisa jadi tanda social battery low. Kamu bisa jadi lebih mudah marah, gampang tersinggung, atau bahkan merasa sedih dan tertekan tanpa alasan yang jelas. Emosi jadi lebih labil dan sulit dikendalikan.

Merasa Stres atau Tertekan Hanya dengan Memikirkan Interaksi Sosial

Bahkan sebelum interaksi sosial itu terjadi, kamu mungkin sudah merasa stres atau tertekan duluan. Memikirkan harus bertemu banyak orang, basa-basi, atau terlibat dalam percakapan yang panjang bisa jadi terasa sangat melelahkan. Rasanya seperti ada beban berat yang menimpa pikiranmu.

Keinginan Kuat untuk Segera Pulang Saat Sedang Bersosialisasi

Saat sedang berada di tengah-tengah acara atau perkumpulan, tiba-tiba muncul keinginan yang sangat kuat untuk segera pulang dan menyendiri. Kamu mungkin merasa gelisah dan tidak betah, meskipun sebenarnya acara tersebut masih berlangsung seru.

Perasaan Takut atau Gelisah Menjelang Suatu Acara Sosial

Sebelum menghadiri acara sosial, kamu mungkin merasakan perasaan takut atau gelisah yang berlebihan. Kamu mungkin khawatir tentang apa yang akan dibicarakan, bagaimana cara berinteraksi dengan orang lain, atau takut merasa kelelahan di tengah acara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *