Jangkauan Luas Melalui Jaringan Kantor Pos
Sebelumnya, pada 25 Februari 2025, Mentan Amran Sulaiman telah memimpin langsung peluncuran Operasi Pasar Pangan Murah secara besar-besaran yang melibatkan 4.500 gerai Kantor Pos di seluruh Indonesia. Langkah strategis ini diambil sebagai upaya antisipasi lonjakan permintaan pangan menjelang bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 2025. Operasi pasar ini secara resmi dimulai pada Senin (24/2/2025) di Kantor PT Pos Indonesia (PosIND), Jakarta Selatan.
Kolaborasi dengan PT Pos Indonesia Tingkatkan Aksesibilitas
Mentan Amran kembali menegaskan pentingnya kolaborasi dengan PT Pos Indonesia dalam menjangkau masyarakat hingga ke pelosok desa. “Dengan 4.500 gerai PT Pos Indonesia, operasi pasar ini bisa menjangkau masyarakat luas, baik di kota maupun di daerah terpencil. Ini langkah konkret pemerintah untuk memastikan harga pangan tetap stabil menjelang Ramadan,” tegas Mentan Amran.
Distribusi Merata di Berbagai Provinsi
Dari data pelaksanaan program, terlihat bahwa Jawa Timur menjadi provinsi dengan jumlah outlet aktif terbanyak, yaitu 549 outlet, disusul oleh Jawa Tengah dengan 528 outlet, serta Jawa Barat dengan 325 outlet. Dari sisi jumlah item pangan yang terjual, Jawa Timur juga menduduki peringkat pertama dengan 272.583 item, diikuti oleh Jawa Tengah dengan 236.934 item dan Sumatera Utara dengan 109.705 item. Sementara itu, Jawa Tengah mencatatkan omzet penjualan tertinggi dengan Rp6,7 miliar, diikuti oleh Jawa Timur dengan Rp5,6 miliar dan Jawa Barat dengan Rp3,64 miliar.
Upaya Pemerintah Jaga Stabilitas Pangan Berjalan Baik
Keberhasilan Operasi Pasar Pangan Murah AgriPost 2025 ini menjadi bukti nyata bahwa upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan, terutama di tengah meningkatnya permintaan selama Ramadan, berjalan dengan baik. Distribusi pangan yang efektif terbukti mampu membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau.
Evaluasi dan Pengembangan Program ke Depan
Kementan menyatakan akan terus melakukan evaluasi dan pengembangan terhadap program ini agar cakupan distribusinya semakin luas. Strategi akan terus disusun untuk memastikan setiap komoditas dapat terserap secara optimal, sehingga program serupa dapat berjalan lebih efektif di masa mendatang.
Sinergi Lintas Sektor Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
Mentan Amran juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah berkontribusi dalam kesuksesan program ini, termasuk PT Pos Indonesia, BUMN pangan (Perum Bulog, PT Berdikari, ID Food, PPI), Kemenko Pangan, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Badan Pangan Nasional, Satgas Pangan, serta pihak swasta. Kolaborasi yang solid antara pemerintah, BUMN, dan sektor swasta ini menjadi fondasi yang kuat dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dan memastikan akses pangan murah bagi seluruh lapisan masyarakat. Dengan kombinasi inovasi digital dan kebijakan distribusi yang tepat, diharapkan masyarakat dapat menjalani Ramadan dengan lebih tenang dan kebutuhan pangan terpenuhi dengan baik.