“Kampung Bebas Narkoba bukan hanya sekadar program, tapi juga upaya konkret yang menuntut komitmen jangka panjang. Kami berharap masyarakat tidak hanya sebagai objek, namun juga subjek yang aktif dalam menciptakan lingkungan yang sehat,” tegasnya.
Dalam rapat tersebut, AKP I Nyoman Diana juga menyampaikan bahwa salah satu fokus KBDN adalah upaya preventif.
Melalui edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Diharapkan, dengan edukasi yang tepat, angka penyalahgunaan narkoba dapat ditekan.
Sementara itu, dukungan dari pihak berwenang dalam bentuk penegakan hukum akan menjadi bagian integral dalam menjaga keberlangsungan program ini.
Kolaborasi untuk Mencapai Hasil yang Optimal
Selain program edukasi dan sosialisasi, peserta rapat juga mengusulkan berbagai langkah preventif.
Serta penanganan langsung yang bisa dilakukan secara terintegrasi antara polisi, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Salah satu usulan yang muncul adalah pemberdayaan kelompok pemuda desa sebagai agen perubahan.
Berperan aktif dalam memantau dan melaporkan aktivitas yang mencurigakan di wilayah mereka.
Sesi diskusi dalam rapat ini berlangsung interaktif, di mana para peserta rapat menyampaikan masukan dan saran untuk memperkuat strategi pencegahan.
“Masyarakat diharapkan untuk segera melaporkan jika terdapat aktivitas mencurigakan di lingkungannya. Sinergi yang solid di antara semua pihak akan menjadi kunci keberhasilan program ini,” ujar salah satu tokoh masyarakat.
Para peserta rapat dari berbagai dinas juga bersepakat untuk menyelaraskan agenda masing-masing dengan program KBDN, demi memastikan optimalisasi sumber daya.
Sebagai contoh, Dinas Kesehatan akan memberikan dukungan Skrining Kesehatan, dan bantuan alat test strip narkoba.
Sedangkan Dinas Pendidikan berkomitmen untuk memasukkan materi bahaya narkoba dalam kegiatan pembelajaran sekolah.
Harapan Akhir
Kegiatan rapat ini berakhir dengan komitmen bersama untuk melanjutkan upaya revitalisasi Kampung Bebas dari Narkoba sebagai program berkelanjutan.
AKP I Nyoman Diana mengakhiri acara dengan menyampaikan bahwa keberhasilan program ini tidak hanya tergantung pada kepolisian atau pemerintah daerah saja.
Tetapi pada komitmen bersama seluruh elemen masyarakat.
“Perang melawan narkoba adalah tugas kita bersama. Mari kita wujudkan Lombok Barat yang sehat dan bersih dari narkoba,” tutupnya.