Melalui peningkatan literasi digital dan keuangan, Bhayangkari diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam memberikan edukasi kepada keluarga dan masyarakat, sekaligus membangun kesadaran kolektif untuk menghindari jeratan pinjol ilegal dan praktik judol yang berpotensi merusak stabilitas ekonomi dan sosial keluarga.
Kegiatan ini dipandu oleh Ny. Heny Agus Purwanta yang mampu menjaga dinamika diskusi tetap interaktif dan substantif. Dengan latar belakang akademisi di bidang manajemen sumber daya manusia sektor publik, ia menekankan pentingnya sinergi antara pendidikan, teknologi, dan pengelolaan sumber daya manusia dalam keluarga.
“Ketahanan keluarga tidak hanya ditentukan oleh ekonomi, tetapi juga oleh kualitas pengasuhan dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan,” ujarnya.
Antusiasme peserta yang mencapai ribuan orang menjadi indikator bahwa isu yang diangkat memiliki relevansi tinggi. Namun demikian, tantangan ke depan tidak berhenti pada peningkatan pemahaman, melainkan pada implementasi nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Webinar ini sekaligus menandai arah baru Bhayangkari NTB sebagai organisasi yang tidak hanya berperan sebagai pendamping, tetapi juga sebagai motor penggerak literasi dan pemberdayaan perempuan di era digital. Dengan pendekatan yang menggabungkan kecerdasan teknologi dan kecakapan finansial, Bhayangkari diharapkan mampu mencetak keluarga yang tangguh, adaptif, dan berdaya saing di tengah disrupsi zaman







