LOMBOK BARAT – Kawasan wisata Senggigi terus menunjukkan geliat aktivitas transportasi laut yang stabil seiring dengan meningkatnya kepercayaan wisatawan terhadap aspek keamanan dan kenyamanan di gerbang masuk utama Kabupaten Lombok Barat. Dalam upaya menjaga kondusivitas tersebut, jajaran Satuan Kepolisian Perairan dan Udara (Sat Polairud) Polres Lombok Barat secara konsisten melakukan pengamanan intensif di Pelabuhan Senggigi, khususnya pada operasional kapal cepat atau fast ferry.
Langkah preventif ini diambil guna memastikan seluruh rangkaian aktivitas kemaritiman, mulai dari embarkasi hingga debarkasi penumpang, berjalan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) keselamatan pelayaran. Fokus utama petugas tidak hanya pada ketertiban administratif, tetapi juga pada pengawasan fisik di lapangan untuk mencegah potensi gangguan keamanan maupun kecelakaan kerja di area dermaga.
Komitmen Pelayanan dan Pengamanan Terpadu
Kegiatan pengamanan yang berlangsung pada hari ini dimulai sejak pukul 12:30 WITA hingga seluruh proses operasional kapal selesai. Personel dari Pos Pol Airud Senggigi dikerahkan untuk memantau langsung kedatangan dan keberangkatan kapal cepat, salah satunya adalah Fast Ferry Eka Jaya Mantra yang melayani rute strategis antarpulau.
Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kasat Polairud, AKP L. Nursidi, menegaskan bahwa kehadiran personel kepolisian di pelabuhan merupakan bentuk pelayanan prima kepada masyarakat dan wisatawan. Sinergi antarinstansi menjadi kunci utama dalam menjaga kualitas layanan di pintu masuk wisata unggulan Nusa Tenggara Barat ini.
“Kegiatan piket Sat. Polairud Pos Pol Airud Senggigi Polres Lobar pada pukul 12:30 WITA s/d selesai telah melaksanakan kegiatan pengamanan Fast Ferry Eka Jaya Mantra bersama instansi terkait kemaritiman, dalam hal ini Dinas Perhubungan Laut, di Pelabuhan Senggigi, Desa Senggigi, Kecamatan Batu Layar, Kabupaten Lombok Barat,” ungkap AKP L. Nursidi dalam keterangan resminya.
Beliau menambahkan bahwa pengamanan ini dilakukan secara kolaboratif guna memastikan setiap kebijakan keselamatan maritim dipatuhi oleh operator kapal maupun penumpang. Koordinasi dengan pihak Dinas Perhubungan (Dishub) Laut menjadi sangat krusial, mengingat aspek kelaiklautan dan manifest penumpang merupakan domain yang harus diawasi secara bersama-sama demi keselamatan publik.
Fokus pada Keselamatan Penumpang dan Kelancaran Logistik
Dalam pelaksanaan tugas di lapangan, personel Sat Polairud tidak hanya berdiri menjaga pos, tetapi juga aktif memberikan imbauan kepada para penumpang. Berdasarkan data yang dihimpun selama kegiatan berlangsung, tercatat sebanyak 13 orang penumpang yang naik ke atas kapal Fast Ferry Eka Jaya Mantra. Meski jumlah penumpang tergolong moderat, ketelitian petugas dalam memeriksa manifest tetap menjadi prioritas utama.
Petugas di lapangan memastikan bahwa jumlah penumpang yang berada di atas kapal tidak melebihi kapasitas yang diizinkan (overcapacity). Hal ini sangat penting mengingat kondisi cuaca dan arus laut di perairan Selat Lombok yang sewaktu-waktu dapat berubah. Pemeriksaan ketersediaan alat keselamatan seperti life jacket dan kecukupan logistik darurat di atas kapal juga menjadi bagian dari pengawasan rutin yang dilakukan oleh tim gabungan.
Selain aspek keselamatan, keberadaan petugas juga berfungsi untuk meminimalisir praktik-praktik ilegal di kawasan pelabuhan, seperti peredaran barang terlarang maupun aktivitas calo yang kerap merugikan wisatawan. Dengan adanya pengamanan ketat, diharapkan citra pariwisata Senggigi sebagai destinasi yang aman dan ramah tetap terjaga di mata dunia internasional.











