Berita

Menjaga Kedaulatan di Ujung Lombok: Aksi Nyata Polsek Sekotong Jaga Pulau Terluar Sepatang Demi NKRI

×

Menjaga Kedaulatan di Ujung Lombok: Aksi Nyata Polsek Sekotong Jaga Pulau Terluar Sepatang Demi NKRI

Sebarkan artikel ini
Menjaga Kedaulatan di Ujung Lombok: Aksi Nyata Polsek Sekotong Jaga Pulau Terluar Sepatang Demi NKRI

LOMBOK BARAT – Kepolisian Sektor (Polsek) Sekotong, Polres Lombok Barat, terus mengintensifkan pengawasan di wilayah perbatasan laut guna menjamin keamanan kedaulatan serta ketertiban masyarakat. Pada Kamis (2/4/2026), personel kepolisian melakukan patroli intensif dan penjagaan di Pos Pantau Pulau Terluar Sepatang, atau yang juga dikenal dengan nama Shopialousia, yang terletak di Dusun Panggang, Desa Persiapan Belongas, Kecamatan Sekotong.

Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen Polri dalam menjaga aset vital negara serta mempererat hubungan dengan masyarakat pesisir di wilayah paling ujung selatan Kabupaten Lombok Barat. Kegiatan yang dimulai sejak pagi hari tersebut tidak hanya berfokus pada pengamanan fisik pos pantau, tetapi juga menyasar dialog humanis dengan warga setempat.

Menjaga Keutuhan NKRI di Wilayah Perbatasan

Keberadaan Pulau Sepatang memiliki nilai strategis bagi Indonesia, khususnya di wilayah Nusa Tenggara Barat. Oleh karena itu, kehadiran personel Kepolisian secara rutin di lokasi ini menjadi prioritas utama. Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Sekotong, Iptu I Ketut Suriarta, SH., M.I.Kom., menegaskan bahwa patroli ini merupakan bagian dari upaya preventif untuk mencegah adanya gangguan keamanan di wilayah perbatasan.

“Kami hadir di Pos Pantau Sepatang untuk memastikan situasi keamanan tetap kondusif. Ini bukan sekadar tugas rutin, melainkan tanggung jawab besar untuk menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI di wilayah pulau terluar yang ada di wilayah hukum kami,” ujar Iptu I Ketut Suriarta dalam keterangannya.

Kegiatan dimulai pukul 09.00 WITA, di mana empat personel Polsek Sekotong, yakni Aiptu I Ketut Satyawan, Aiptu I Made Wiradnya, Aipda L Sulaeman, dan Bripka M Hadi Suharjan, tiba di lokasi. Setelah melakukan pengecekan awal, personel melanjutkan agenda dengan melakukan kurve atau pembersihan area serta patroli jalan kaki di seputaran pos pantau. Upaya ini dilakukan untuk memastikan fasilitas negara tetap terawat dan siap digunakan sewaktu-waktu dalam mendukung operasional pengawasan laut.

Baca Juga :  Polsek Gerung Kawal Tarawih, Jemaah Masjid Baital Atiq Lebih Nyaman

Sinergi dan Imbauan Keselamatan bagi Nelayan

Sekitar pukul 12.30 WITA, fokus kegiatan bergeser pada pendekatan sosial melalui patroli dialogis. Personel Polsek Sekotong menyambangi pemukiman warga di Dusun Panggang, salah satunya kediaman Nuriman, warga setempat. Dalam pertemuan tersebut, kepolisian mengajak masyarakat untuk turut serta menjaga keberadaan pos pantau sebagai milik bersama yang berfungsi melindungi warga.

Iptu I Ketut Suriarta menjelaskan bahwa partisipasi masyarakat adalah kunci utama dalam menjaga keamanan wilayah terpencil. Ia menekankan pentingnya komunikasi yang cepat antara warga dan petugas jika ditemukan hal-hal yang mencurigakan di area pulau terluar tersebut.

“Kami mengimbau warga agar segera melapor kepada petugas jika melihat aktivitas yang tidak lazim di sekitar perairan atau pos pantau. Sinergi antara Polri dan masyarakat adalah benteng terkuat kita dalam menjaga keamanan daerah ini,” tambahnya.

Selain masalah keamanan (Harkamtibmas), kepolisian juga memberikan perhatian khusus pada keselamatan para nelayan. Mengingat cuaca ekstrem yang kerap terjadi secara tidak menentu di perairan selatan Lombok, para nelayan diingatkan untuk selalu melengkapi perahu mereka dengan alat keselamatan yang memadai.

“Kami sangat menekankan kepada saudara-saudara kami yang berprofesi sebagai nelayan agar selalu waspada terhadap perubahan cuaca. Penggunaan pelampung atau alat keselamatan lainnya bukan sekadar formalitas, melainkan kebutuhan demi keselamatan nyawa saat bekerja di tengah laut,” tegas Kapolsek Sekotong melalui pesan tertulisnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *