Lombok Barat, NTB – Kawasan wisata Pantai Senggigi tetap menjadi salah satu destinasi utama di Kabupaten Lombok Barat yang memerlukan pengawasan ekstra, terutama dalam hal keamanan dan kenyamanan pengunjung. Menyadari pentingnya aspek tersebut, Satuan Polisi Perairan dan Udara (Sat Polairud) Polres Lombok Barat secara konsisten melakukan pengamanan wilayah pesisir guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (sitkamtibmas) tetap kondusif.
Upaya ini dilakukan melalui berbagai pendekatan, mulai dari patroli dialogis, pengawasan infrastruktur vital, hingga pemberian imbauan langsung kepada para wisatawan dan pelaku usaha di sepanjang bibir pantai. Langkah preventif ini diharapkan mampu menekan angka tindak kriminalitas maupun kecelakaan laut di titik-titik keramaian.
Sinergi Polmas: Edukasi Kebersihan dan Keselamatan Pengunjung
Kegiatan rutin yang digelar pada Kamis, 2 April 2026, menitikberatkan pada program Pemolisian Masyarakat (Polmas). Anggota piket Sat Polairud Pos Senggigi turun langsung ke lapangan untuk berinteraksi dengan masyarakat. Fokus utama dari kegiatan ini adalah menumbuhkan kesadaran kolektif mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan pantai dan keselamatan diri.
Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kasat Polairud, AKP L. Nursidi, menegaskan bahwa kehadiran personel di tengah masyarakat bertujuan untuk memberikan rasa aman sekaligus mengedukasi pengunjung. Beliau menekankan agar seluruh elemen masyarakat, baik pedagang maupun wisatawan, memiliki tanggung jawab bersama dalam menjaga wajah wisata Senggigi.
“Kami terus mengingatkan pengunjung maupun pedagang agar menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan dan selalu menggunakan tempat sampah yang telah disediakan oleh petugas kebersihan. Lingkungan yang bersih merupakan modal utama daya tarik wisata kita,” ujar AKP L. Nursidi dalam keterangannya.
Selain masalah kebersihan, aspek keselamatan anak-anak menjadi sorotan utama dalam kegiatan Polmas kali ini. Mengingat karakteristik pantai yang dinamis, petugas secara aktif mendatangi orang tua yang sedang membawa anak-anak mereka bermain di tepian air. AKP L. Nursidi menambahkan, “Kami memberikan imbauan khusus agar orang tua selalu waspada dan mengawasi anak-anak saat mandi maupun bermain di pinggir pantai. Kewaspadaan dini sangat penting untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.”
Patroli Dialogis dan Antisipasi Tindak Kriminalitas 3C
Tak hanya fokus pada edukasi, Sat Polairud Polres Lombok Barat juga mengintensifkan patroli di seputaran area pantai, dermaga, hingga kompleks sekitar Pos Senggigi. Patroli ini dirancang untuk mengantisipasi potensi tindak pidana 3C, yakni Pencurian dengan Pemberatan (Curat), Pencurian dengan Kekerasan (Curas), dan Pencurian Kendaraan Bermotor (Curanmor), serta gangguan kamtibmas lainnya yang mungkin muncul di area publik.
Kehadiran personel berseragam di sepanjang garis pantai dan dermaga berfungsi sebagai langkah deterrence atau pencegahan dini. Dengan mobilitas yang tinggi di titik-titik rawan, diharapkan ruang gerak pelaku kejahatan dapat dipersempit sehingga wisatawan dapat menikmati liburan mereka dengan tenang tanpa rasa khawatir akan gangguan keamanan.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di sepanjang garis pantai terpantau aman dan terkendali. Tidak ditemukan adanya aktivitas yang mencurigakan maupun gangguan menonjol selama pelaksanaan patroli berlangsung. Kerja sama antara petugas dan masyarakat lokal pun dinilai sangat baik dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah tersebut.











