GERUNG – Upaya memperkuat kedaulatan pangan nasional kini semakin masif dilakukan hingga ke tingkat akar rumput. Di wilayah hukum Polres Lombok Barat, peran aktif kepolisian tidak hanya terbatas pada menjaga stabilitas keamanan, tetapi juga merambah pada pendampingan sektor pertanian. Hal ini terlihat nyata saat personel Bhabinkamtibmas Desa Banyu Urip melakukan aksi nyata dengan menyambangi para petani dan warga di Dusun Bentenu, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat.
Kegiatan silaturahmi produktif yang berlangsung pada Selasa (31/3/2026) ini bertujuan untuk meninjau langsung keberhasilan warga dalam mengelola potensi lahan, baik di area persawahan maupun optimalisasi pekarangan rumah. Langkah ini dipandang sebagai salah satu pilar penting dalam mendukung program ketahanan pangan yang dicanangkan oleh pemerintah pusat.
Memastikan Produktivitas Tanaman Jagung di Dusun Bentenu
Kehadiran aparat kepolisian di tengah persawahan Dusun Bentenu disambut hangat oleh para petani. Berdasarkan pantauan di lokasi, terlihat hamparan tanaman jagung yang tumbuh subur dengan warna hijau pekat yang mendominasi kawasan tersebut. Kondisi ini mencerminkan tingginya ketelatenan warga dalam melakukan perawatan, mulai dari pemupukan hingga sistem irigasi yang terjaga dengan baik.
Dalam kunjungan tersebut, petugas Bhabinkamtibmas tidak sekadar memantau, tetapi juga berdialog secara intensif dengan warga yang sedang beraktivitas. Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Gerung, AKP Lale Dewi Lungit Tanauran, menegaskan bahwa kehadiran Polri bertujuan untuk memberikan motivasi sekaligus memastikan kendala di lapangan dapat teridentifikasi sejak dini.
“Kami terus mendorong personel di lapangan, khususnya Bhabinkamtibmas, untuk hadir sebagai mitra petani. Melalui silaturahmi produktif ini, kami ingin memastikan bahwa program ketahanan pangan berjalan maksimal. Tanaman jagung di Dusun Bentenu menunjukkan progres yang sangat baik, dan kami sangat mengapresiasi kerja keras warga dalam merawat komoditas tersebut,” ujar AKP Lale Dewi Lungit Tanauran dalam keterangannya.
Petugas juga terlihat mendampingi warga yang sedang melakukan penyemprotan rutin untuk mengantisipasi serangan hama. Dialog dua arah ini menjadi ruang bagi petani untuk berbagi perkembangan kondisi pertanian mereka, guna menjamin hasil panen yang melimpah nantinya.
Inovasi Pemanfaatan Lahan Pekarangan untuk Ekonomi Keluarga
Selain fokus pada area persawahan luas, perhatian Polri juga tertuju pada kreativitas warga Dusun Bentenu dalam memanfaatkan sisa lahan di sekitar hunian mereka. Di tangan warga yang kreatif, lahan pekarangan yang sempit kini telah bertransformasi menjadi “apotek hidup” dan sumber pangan mandiri. Berbagai jenis tanaman palawija seperti cabai dan kacang panjang terlihat memenuhi area depan maupun samping rumah warga.
Bahkan, terdapat beberapa warga yang mulai mengembangkan budidaya anggur buah yang bernilai ekonomi tinggi. Pemanfaatan lahan terbatas ini dinilai sebagai strategi cerdas untuk menekan pengeluaran rumah tangga sekaligus menjamin asupan gizi keluarga secara mandiri.
AKP Lale Dewi Lungit Tanauran menambahkan bahwa pola pertanian mandiri di tingkat rumah tangga ini patut menjadi contoh bagi wilayah lain. Menurutnya, ketahanan pangan yang kuat dimulai dari kemandirian setiap keluarga dalam mengelola sumber daya yang ada di sekitarnya.
“Pemanfaatan pekarangan untuk menanam cabai, kacang-kacangan, hingga anggur adalah langkah strategis. Ini bukan sekadar tentang bercocok tanam, tapi tentang bagaimana warga bisa mandiri secara ekonomi dan pangan. Kami memberikan dukungan penuh agar semangat ini terus terjaga dan menular ke dusun-dusun lainnya,” tambah Kapolsek Gerung tersebut.











