Bali NusraBeritaBerita NTBBinkamBreaking NewsDaerahHukrimKamtibmasKeamananLombokMataramNasionalNewsNewsbeatNTBNTB One TerkiniPatroliPemerintahanSinergitas Pemda TNI POLRITNI-Polri

Ketegangan Warga Pagutan Timur Berhasil Diredam Aparat Gabungan

×

Ketegangan Warga Pagutan Timur Berhasil Diredam Aparat Gabungan

Sebarkan artikel ini

Mataram, NTB — Suasana tenang di wilayah Pagutan, Kota Mataram, sempat terusik oleh insiden keributan antar warga yang dipicu kesalahpahaman. Kejadian yang melibatkan sekelompok pemuda ini sempat memancing emosi warga hingga menimbulkan ketegangan di dua lingkungan bertetangga, yakni Peresak Timur dan Petemon, Minggu (22/3/2026) sore.

 

Peristiwa bermula saat seorang warga bernama R (25) bersama istrinya melintas menggunakan sepeda motor dari arah RSUD Kota Mataram. Dalam perjalanan, ia diduga dipepet oleh sekelompok pemuda sekitar 10 orang dari arah yang sama. Situasi memanas ketika R menghentikan kendaraannya dan terjadi cekcok yang berujung aksi pemukulan menggunakan helm terhadap salah satu pemuda.

 

Tak lama kemudian, situasi berubah menjadi pengeroyokan. Insiden tersebut memicu solidaritas warga, khususnya dari Lingkungan Petemon yang berkumpul hingga puluhan orang untuk mencari para pelaku. Ketegangan semakin meningkat ketika sebagian massa mendatangi Polsek Mataram, bahkan sempat terjadi aksi pemukulan terhadap terduga pelaku yang telah diamankan.

 

Aparat gabungan TNI-Polri bergerak cepat mengendalikan situasi. Enam orang terduga pelaku berhasil diamankan di Polsek Mataram, sementara empat lainnya untuk sementara diserahkan kepada keluarga guna menghindari potensi konflik lanjutan.

 

Kapolresta Mataram, Kombes Pol. Hendro Purwoko, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa pihaknya akan menangani kasus ini secara profesional dan meminta masyarakat menahan diri.

 

“Kami mengimbau seluruh warga untuk tidak terprovokasi. Percayakan proses hukum kepada aparat,” tegasnya.

 

Sementara itu, Wali Kota Mataram H. Mohan Rohliskana, S.Sos., M.H., mengajak seluruh masyarakat menjaga persatuan dan tidak mudah terpancing emosi.

 

“Kota Mataram adalah rumah bersama. Mari kita jaga kondusivitas dan selesaikan persoalan dengan kepala dingin,” ujarnya.

Baca Juga :  BHABINKAMTIBMAS DESA SORITATANGA PANTAU LAHAN JAGUNG WARGA DUKUNG KETAHANAN PANGAN NASIONAL

 

Danramil 1606-05/Mataram, Kapten Inf Iwan Suryawinarto, menambahkan bahwa personel TNI bersama Polri masih bersiaga di lokasi untuk memastikan keamanan.

 

“Kami hadir untuk menjamin situasi tetap aman dan mencegah konflik susulan,” katanya.

 

Perwakilan masyarakat Petemon berharap kejadian serupa tidak terulang.

 

“Kami hanya ingin keadilan, tapi juga tidak ingin konflik berkepanjangan,” ungkapnya.

 

Hal senada disampaikan Lurah Pagutan yang menekankan pentingnya komunikasi antar warga guna meredam kesalahpahaman sejak dini.

 

Hingga malam hari, situasi berangsur kondusif meski aparat keamanan tetap melakukan pemantauan intensif di lokasi kejadian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *