Lombok Barat, NTB – Upaya memperkuat kedaulatan pangan nasional kini menjadi fokus utama hingga ke tingkat desa. Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap program prioritas pemerintah, jajaran Kepolisian Resor Lombok Barat melalui Polsek Labuapi terus mengintensifkan langkah-langkah persuasif di tengah masyarakat. Salah satunya melalui aksi nyata Bhabinkamtibmas yang turun langsung menyapa warga untuk membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya kemandirian pangan.
Pada Rabu (18/03/2026), Bhabinkamtibmas Desa Karang Bongkot melaksanakan kegiatan sambang dialogis yang difokuskan pada penguatan sektor pertanian dan pemanfaatan lahan produktif. Langkah ini diambil sebagai respons cepat Polri dalam mengawal program ketahanan pangan yang sedang digalakkan secara masif di seluruh penjuru tanah air. Kehadiran petugas di tengah masyarakat diharapkan mampu menjadi katalisator bagi warga untuk lebih produktif dalam mengelola sumber daya alam yang ada di lingkungannya.
Sinergi Polri dan Masyarakat Desa Karang Bongkot
Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Labuapi, Iptu I Nyoman Rudi Santosa, menegaskan bahwa peran Polri saat ini tidak hanya terbatas pada pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), tetapi juga mencakup dukungan penuh terhadap kesejahteraan sosial melalui ketahanan pangan. Menurutnya, stabilitas keamanan suatu wilayah sangat berkaitan erat dengan ketersediaan dan keterjangkauan pangan bagi masyarakatnya.
Dalam keterangannya, Iptu I Nyoman Rudi Santosa menjelaskan bahwa Bhabinkamtibmas sebagai ujung tombak kepolisian di desa memiliki tugas krusial untuk memberikan motivasi dan pendampingan teknis secara normatif kepada para petani maupun warga yang memiliki kemauan untuk bercocok tanam. Sinergi ini dianggap penting agar program pemerintah tidak hanya berhenti sebagai slogan, tetapi benar-benar terimplementasi hingga ke dapur masyarakat.
“Kami terus mendorong dan mengajak warga, khususnya di Desa Karang Bongkot, untuk mendukung penuh program pemerintah di bidang ketahanan pangan. Melalui Bhabinkamtibmas, kami memberikan edukasi bahwa setiap jengkal lahan yang dimiliki warga memiliki potensi besar untuk menopang kebutuhan pangan keluarga maupun desa secara lebih luas,” ujar Iptu I Nyoman Rudi Santosa dalam pernyataan resminya.
Mengubah Lahan Tidur Menjadi Sumber Pangan Produktif
Kegiatan sambang yang dilakukan pada pertengahan Maret ini menyasar para pemilik lahan dan kelompok tani lokal. Petugas kepolisian mengajak masyarakat untuk tidak membiarkan lahan mereka menjadi lahan tidur. Sebaliknya, pemanfaatan lahan untuk tanaman cepat panen seperti sayur-mayur, umbi-umbian, hingga jagung sangat disarankan guna menjaga sirkulasi pangan tetap stabil, terutama di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok di pasar.
Bhabinkamtibmas Desa Karang Bongkot dalam interaksinya di lapangan menekankan bahwa ketahanan pangan yang tangguh dimulai dari kemandirian di tingkat rumah tangga. Dengan menanam kebutuhan dasar secara mandiri, masyarakat tidak akan terlalu bergantung pada pasokan dari luar daerah, yang pada gilirannya akan memperkuat ekonomi lokal. Selain itu, petugas juga menyerap aspirasi warga terkait kendala yang dihadapi, seperti ketersediaan pupuk maupun akses pengairan, untuk kemudian dikoordinasikan dengan pihak terkait.
“Keberhasilan program ketahanan pangan nasional ini sangat bergantung pada partisipasi aktif warga di desa. Jika setiap rumah tangga atau kelompok tani mampu mengelola lahannya dengan efektif, maka kedaulatan pangan yang dicita-citakan pemerintah akan lebih cepat terwujud. Kami di Kepolisian akan terus mengawal dan mendampingi proses ini agar warga merasa tenang dalam bertani,” tambah Iptu I Nyoman Rudi Santosa.











