Lombok Barat, NTB – Di tengah dinamika ekonomi global yang berdampak pada fluktuasi harga kebutuhan pokok, kemandirian pangan di tingkat desa menjadi pilar utama yang harus diperkuat. Menyadari hal tersebut, jajaran Kepolisian Resor Lombok Barat melalui Polsek Labuapi terus menggalakkan program ketahanan pangan dengan menyasar sektor rumah tangga dan kelompok tani di wilayah binaannya.
Pada Jumat (13/03), personel Bhabinkamtibmas Desa Labuapi melaksanakan kegiatan sambang dialogis yang unik. Alih-alih hanya berpatroli memantau keamanan, petugas turun langsung ke area perkebunan untuk berinteraksi dengan warga yang sedang mengolah lahan. Langkah ini diambil sebagai bentuk dukungan nyata Polri terhadap program prioritas pemerintah pusat dalam menciptakan kedaulatan pangan yang dimulai dari unit terkecil masyarakat.
Edukasi Pemanfaatan Lahan di Tengah Kebun Jagung
Kehadiran petugas Bhabinkamtibmas di tengah rimbunnya tanaman jagung dan pisang milik warga bukan tanpa alasan. Dalam suasana yang akrab dan komunikatif, personel kepolisian memberikan edukasi mengenai pentingnya optimalisasi setiap jengkal tanah yang dimiliki masyarakat. Fokus utamanya adalah mengubah lahan tidur atau pekarangan rumah yang kosong menjadi area produktif yang mampu menghasilkan bahan pangan bergizi.
Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Labuapi, Iptu I Nyoman Rudi Santosa, menegaskan bahwa peran Polri saat ini telah bertransformasi menjadi penggerak sekaligus pendamping bagi kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, stabilitas keamanan wilayah sangat berkaitan erat dengan ketahanan ekonomi dan ketersediaan pangan di tingkat akar rumput.
“Kami menginstruksikan kepada seluruh personel, khususnya Bhabinkamtibmas, untuk terus memotivasi masyarakat agar tidak membiarkan lahan mereka menganggur. Dengan memanfaatkan lahan pekarangan maupun area perkebunan yang masih kosong, masyarakat dapat menanam komoditas seperti cabai, sayur-mayur, hingga buah-buahan yang memiliki nilai ekonomi dan gizi tinggi,” ujar Iptu I Nyoman Rudi Santosa dalam keterangannya.
Mendorong Kemandirian Ekonomi Keluarga di Desa Labuapi
Dalam dialog tersebut, petugas menekankan bahwa kemandirian pangan bukan sekadar wacana di tingkat kebijakan, melainkan gerakan nyata yang manfaatnya langsung dirasakan oleh keluarga. Dengan memproduksi kebutuhan pangan sendiri, warga tidak lagi sepenuhnya bergantung pada harga pasar yang seringkali mengalami kenaikan signifikan, terutama pada komoditas bumbu dapur dan sayuran.
Lebih lanjut, Iptu I Nyoman Rudi Santosa menjelaskan bahwa edukasi yang diberikan mencakup pemilihan bibit yang tepat serta metode penanaman yang sederhana namun efektif. Harapannya, setiap rumah tangga di Desa Labuapi minimal memiliki “apotek hidup” atau kebun mandiri yang dapat menopang kebutuhan harian. Hal ini dianggap sebagai solusi cerdas dalam menghadapi dinamika harga kebutuhan pokok yang tidak menentu.
“Program ini adalah bagian dari komitmen kami untuk menyukseskan program Ketahanan Pangan Nasional. Jika masyarakat mampu memproduksi kebutuhan pangannya sendiri, maka beban ekonomi keluarga akan berkurang secara signifikan. Ini adalah langkah konkret menuju kesejahteraan yang berkelanjutan,” tambah Kapolsek Labuapi.
Pendampingan Berkelanjutan untuk Kedaulatan Pangan
Kegiatan sambang dialogis ini mendapatkan respon positif dari para petani dan warga setempat. Mereka mengaku merasa didukung dengan kehadiran Polri yang peduli terhadap produktivitas lahan mereka. Dokumentasi di lapangan menunjukkan bagaimana komunikasi dua arah terjalin, di mana petani juga berbagi kendala yang mereka hadapi dalam mengelola perkebunan jagung dan pisang mereka.
Polsek Labuapi berkomitmen untuk memastikan program ini tidak berhenti pada sekadar sosialisasi. Pendampingan akan terus dilakukan guna memastikan masyarakat tetap konsisten dalam mengelola lahan produktif mereka. Langkah proaktif ini diharapkan menjadi pemantik bagi desa-desa lain di wilayah Lombok Barat untuk melakukan hal serupa, demi terciptanya ketersediaan pangan yang sehat, terjangkau, dan berdaulat.
Dengan sinergi antara kepolisian dan masyarakat, Desa Labuapi diharapkan mampu menjadi percontohan wilayah yang mandiri secara pangan. Polri akan terus hadir di tengah masyarakat, memastikan bahwa setiap kebijakan pemerintah pusat tersampaikan dengan baik dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan taraf hidup warga di pedesaan.











