Lombok Barat, NTB – Sektor pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat kembali menunjukkan taringnya di kancah internasional. Pada Minggu pagi, 8 Maret 2026, kemegahan samudera menyapa pesisir Lombok Barat seiring dengan bersandarnya kapal pesiar mewah, CARNIVAL ENCOUNTER, di Dermaga Pelabuhan Gili Mas, PT Pelindo Lembar. Kedatangan kapal berbendera Bahamas ini membawa ribuan wisatawan mancanegara yang siap mengeksplorasi keindahan alam dan kekayaan budaya Pulau Seribu Masjid melalui Pelabuhan Gili Mas.
Kapal pesiar dengan nomor IMO 9192363 tersebut terpantau memasuki area kolam labuh sekitar pukul 08.00 WITA dan berhasil melakukan sandar sempurna pada pukul 08.30 WITA. Dengan bobot raksasa mencapai 108.977 Gross Tonnage (GT) dan panjang badan kapal (Loa) sejauh 289,61 meter, kehadiran CARNIVAL ENCOUNTER menjadi pemandangan ikonik yang menegaskan kesiapan infrastruktur Pelabuhan Gili Mas dalam melayani kapal-kapal pesiar kelas dunia.
Sinergi Pengamanan dan Pelayanan Prima di Pintu Masuk Wisata
Kehadiran tamu mancanegara dalam skala besar ini menuntut kesiapsiagaan tinggi dari aparat keamanan dan instansi terkait. Jajaran Polres Lombok Barat melalui Polsek Kawasan Pelabuhan Lembar memastikan seluruh alur kedatangan hingga keberangkatan wisatawan berjalan tanpa kendala sedikit pun.
Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Kawasan Pelabuhan Lembar, Iptu Imran, menegaskan bahwa aspek keamanan menjadi prioritas utama untuk memberikan citra positif bagi pariwisata daerah.
“Kami telah menyiagakan personel untuk melakukan pengamanan secara terbuka maupun tertutup sejak kapal mulai memasuki area dermaga. Fokus kami adalah memastikan kenyamanan para wisatawan mulai dari proses pemeriksaan administrasi hingga mereka berangkat menuju objek-objek wisata di Lombok,” ujar Iptu Imran di sela-sela pemantauan di lapangan.
Sinergi lintas sektoral terlihat jelas dengan hadirnya berbagai pihak, mulai dari Kasi KBPP SOP Lembar Andik Sudarmawan, GM PT Pelindo Lembar Kunto Wibisono, hingga jajaran Bea Cukai dan Imigrasi Mataram. Sebelum wisatawan diperbolehkan turun, tim gabungan terlebih dahulu melakukan pemeriksaan dokumen administrasi kapal dan kesehatan penumpang guna memastikan seluruh prosedur internasional terpenuhi.
Ribuan Wisatawan Disambut Hangat Budaya Lokal
Begitu menapakkan kaki di dermaga, para pelancong disambut dengan dentuman ritmis Gendang Beleq, musik tradisional khas suku Sasak yang melambangkan penghormatan bagi tamu agung. Berdasarkan data manifest, kapal pesiar yang bertolak dari Singapura ini membawa sebanyak 2.522 orang wisatawan dan didukung oleh 1.184 orang kru.
Antusiasme wisatawan terlihat jelas saat mereka mulai diarahkan oleh agen travel untuk memulai petualangan di daratan. Sebanyak 329 wisatawan dikoordinir secara khusus oleh agen travel PT LA Lombok untuk mengunjungi berbagai destinasi unggulan. Mobilitas ribuan tamu ini didukung oleh armada transportasi yang masif, melibatkan 14 unit bus besar, 45 unit minibus dari koperasi jasa angkutan lokal, serta puluhan kendaraan travel lainnya.
Destinasi yang menjadi tujuan kunjungan pun sangat beragam, mencakup tiga wilayah utama di Pulau Lombok. Mulai dari wisata sejarah di Museum NTB dan Taman Mayura, wisata religi di Pura Lingsar, Pura Narmada, dan Pura Suranadi, hingga wisata bahari di Pantai Senggigi. Tidak ketinggalan, kawasan Lombok Tengah seperti Desa Adat Sade, Sukerara, Kuta, hingga kawasan prestisius Mandalika dan Novotel juga menjadi magnet utama bagi para pelancong.









