Berita

Polres Lombok Barat Patroli Cegah Perang Petasan di Lembar dan Gerung

×

Polres Lombok Barat Patroli Cegah Perang Petasan di Lembar dan Gerung

Sebarkan artikel ini
Antisipasi Perang Petasan, Sat Samapta Polres Lobar Edukasi Pedagang

Lombok Barat, NTB – Guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap terjaga, Satuan Samapta Polres Lombok Barat meningkatkan intensitas patroli preventif di sejumlah titik strategis. Fokus utama dalam kegiatan kali ini adalah melakukan pengawasan serta antisipasi perang petasan melalui edukasi terhadap para penjual guna mencegah potensi penyalahgunaan yang dapat mengganggu ketenangan warga.

Langkah antisipatif ini diambil menyusul adanya kekhawatiran terkait tren penggunaan petasan oleh kalangan pemuda yang kerap berujung pada aksi berbahaya di ruang publik. Selain membahayakan keselamatan diri sendiri dan orang lain, aktivitas tersebut dinilai sangat mengganggu kenyamanan masyarakat, terutama pada jam-jam istirahat.

Langkah Preventif di Titik Keramaian

Kegiatan patroli yang dilaksanakan pada Jumat malam, 27 Februari 2026, menyasar kawasan pemukiman dan pusat perbelanjaan. Personel Unit Patroli Samapta Polres Lombok Barat mulai bergerak menyisir wilayah Desa Lembar hingga area pertokoan di Desa Gerung, Kabupaten Lombok Barat, sekitar pukul 22.30 WITA. Lokasi-lokasi ini dipilih karena merupakan titik kumpul masyarakat dan pusat aktivitas ekonomi yang rawan terjadi kerumunan pemuda.

Dalam pelaksanaannya, petugas mengedepankan pendekatan humanis melalui komunikasi dua arah. Polisi tidak hanya sekadar memantau, tetapi juga berhenti untuk berdialog langsung dengan para pedagang musiman yang menjajakan kembang api sebagai bentuk antisipasi perang petasan yang kerap dipicu oleh akses barang ledak yang mudah didapat di pinggir jalan maupun area pasar.

Imbauan Kamtibmas untuk Menekan Angka Kriminalitas

Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kasat Samapta, Iptu Eko Nugroho, S.H., menegaskan bahwa patroli dialogis ini merupakan bagian dari upaya Polri dalam memberikan rasa aman secara nyata di tengah masyarakat. Kehadiran polisi di lapangan diharapkan mampu menekan niat maupun kesempatan bagi para pelaku tindak kejahatan atau pelanggaran ketertiban.

Baca Juga :  Cuaca Ekstrem Mengintai, Polsek Lembar Lakukan Hal Ini di Malam Hari

“Kami melaksanakan kegiatan patroli preventif dan berdialogis secara langsung dengan masyarakat, khususnya para penjual petasan di wilayah hukum Polres Lombok Barat. Fokus kami adalah membangun komunikasi yang baik agar para pedagang juga turut bertanggung jawab terhadap dampak dari barang yang mereka jual,” ujar Iptu Eko Nugroho saat memberikan keterangan terkait pelaksanaan tugas personelnya.

Ia menambahkan bahwa interaksi langsung ini sangat efektif untuk menyampaikan pesan-pesan kamtibmas secara lebih personal dan mendalam. Petugas meminta para pedagang untuk lebih selektif dalam melayani pembeli, terutama jika terlihat indikasi bahwa barang tersebut akan digunakan untuk kegiatan yang merusak kondusivitas lingkungan.

Antisipasi Perang Petasan di Kalangan Pemuda

Salah satu poin utama dalam dialog tersebut adalah peringatan mengenai fenomena gangguan keamanan yang kerap melibatkan kelompok pemuda. Kegiatan semacam ini tidak jarang menjadi pemicu terjadinya gesekan antarwarga atau tawuran yang lebih luas. Oleh karena itu, keterlibatan aktif para penjual sangat diharapkan dalam melakukan pengawasan mandiri untuk antisipasi perang petasan.

“Kami melakukan komunikasi dialogis dengan penjual petasan serta memberikan pesan kamtibmas untuk meningkatkan antisipasi perang petasan oleh para pemuda. Kami mengajak mereka untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga keamanan lingkungan, supaya situasi tetap aman dan kondusif,” imbuh Iptu Eko Nugroho.

Menurut pihak kepolisian, pencegahan di hulu—yakni pada titik penjualan—dianggap lebih efektif daripada melakukan penindakan saat aksi sudah terjadi. Dengan memberikan pemahaman kepada pedagang mengenai risiko hukum dan sosial, diharapkan peredaran petasan dengan daya ledak tinggi dapat diminimalisir secara maksimal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *