Berita

Pendampingan Pertanian Mandiri Bhabinkamtibmas di Lombok Barat

×

Pendampingan Pertanian Mandiri Bhabinkamtibmas di Lombok Barat

Sebarkan artikel ini
Polri Beri Pendampingan Pertanian Mandiri di Desa Labuapi NTB

Lombok Barat, NTB – Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional kini tidak hanya bertumpu pada sektor industri besar, namun juga merambah hingga ke level rumah tangga di pelosok desa. Di wilayah hukum Polres Lombok Barat, langkah konkret diambil melalui aksi nyata personel kepolisian melalui program pendampingan pertanian mandiri yang bersentuhan langsung dengan masyarakat petani. Pemanfaatan lahan tidur dan pekarangan rumah kini menjadi fokus utama dalam menciptakan kedaulatan pangan yang dimulai dari lingkungan terkecil.

Pada Kamis (26/2/2026), personel Bhabinkamtibmas Desa Labuapi melaksanakan aksi terjun langsung ke tengah masyarakat untuk menggerakkan kampanye pemanfaatan lahan pekarangan kosong. Langkah strategis ini bukan sekadar rutinitas pengamanan, melainkan wujud nyata peran Polri sebagai motor penggerak produktivitas warga di sektor pendampingan pertanian mandiri. Melalui edukasi yang konsisten, masyarakat diajak untuk mengubah lahan yang sebelumnya tidak produktif menjadi sumber pangan yang hijau dan menghasilkan nilai ekonomis.

Sinergi Polri dan Masyarakat dalam Mengelola Lahan Pekarangan

Berdasarkan pantauan di lapangan, petugas Bhabinkamtibmas terlihat aktif memberikan bimbingan teknis sederhana kepada warga mengenai tata cara mengelola berbagai jenis tanaman pangan di lingkungan rumah. Salah satu yang menjadi sorotan adalah budidaya tanaman cabai menggunakan media polybag, yang dinilai sangat efisien bagi warga dengan ketersediaan lahan terbatas. Petugas bersama warga tampak teliti memeriksa kesehatan tanaman, memastikan asupan nutrisi dan air tercukupi agar hasil panen nantinya dapat maksimal.

Tidak hanya fokus pada polybag, pendampingan pertanian mandiri ini juga mencakup peninjauan area pekarangan yang telah dimanfaatkan untuk budidaya sayuran dan buah-buahan. Petugas memberikan motivasi agar warga konsisten dalam merawat tanaman tersebut. Koordinasi juga diperluas hingga ke area perladangan yang lebih luas di pinggiran desa, di mana petugas turut memberikan edukasi mengenai teknik perawatan tanaman pangan seperti jagung. Edukasi ini meliputi cara pengendalian hama hingga pola pemupukan yang tepat agar kualitas bulir jagung yang dihasilkan memenuhi standar pasar.

Baca Juga :  Peredaran Sabu 80 Kg Digagalkan Bareskrim Polri di Sulawesi Selatan

Komitmen Kepolisian dalam Penguatan Pangan Nasional

Langkah ini diambil sebagai bentuk dukungan terhadap program strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas ketersediaan pangan. Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Labuapi, Iptu I Nyoman Rudi Santosa, menegaskan bahwa kehadiran Polri di tengah petani adalah untuk memberikan rasa aman sekaligus kepastian bahwa program ketahanan pangan berjalan dengan baik di tingkat akar rumput.

“Kami terus mendorong anggota, terutama Bhabinkamtibmas, untuk menjadi mitra bagi para petani. Melalui pendampingan pertanian mandiri ini, kami ingin memastikan bahwa masyarakat memiliki kemampuan untuk memenuhi kebutuhan pangannya sendiri tanpa harus selalu bergantung pada pasar,” ujar Iptu I Nyoman Rudi Santosa dalam keterangannya.

Beliau menambahkan bahwa kegiatan ini bertujuan mengajak masyarakat agar lebih kreatif dan mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan bergizi. Dengan menanam komoditas harian seperti cabai, sayuran, dan buah-buahan secara mandiri, warga secara tidak langsung telah berkontribusi dalam menjaga stabilitas ekonomi rumah tangga mereka sendiri, terutama di tengah fluktuasi harga pangan yang sering terjadi.

Mewujudkan Kemandirian Pangan Berkelanjutan di Tingkat Desa

Aksi nyata yang dilakukan Bhabinkamtibmas Desa Labuapi ini diharapkan dapat menjadi stimulan bagi warga lainnya. Kepolisian menegaskan komitmennya untuk terus mengawal dan memberikan motivasi melalui pendampingan pertanian mandiri kepada para petani serta warga binaan. Target utamanya adalah menciptakan sebuah ekosistem mandiri di mana setiap rumah tangga memiliki “lumbung pangan” kecil di halaman mereka sendiri.

Gerakan pemanfaatan lahan pekarangan ini diyakini mampu menjadi contoh bagi wilayah lain di Nusa Tenggara Barat. Dengan semangat gotong royong antara aparat keamanan dan warga, kemandirian pangan yang berkelanjutan bukan lagi sekadar wacana, melainkan sebuah realitas yang tengah dibangun dari desa. Kepolisian berharap melalui konsistensi pendampingan pertanian mandiri ini, produktivitas sektor pertanian lokal akan terus meningkat dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat secara luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *