Lombok Barat, NTB – Dalam upaya nyata mendukung visi besar Pemerintah Republik Indonesia untuk mencapai kemandirian pangan, jajaran Kepolisian Resor (Polres) Lombok Barat terus mengintensifkan pendampingan kepada sektor akar rumput. Melalui peran strategis Bhabinkamtibmas, Polri hadir sebagai katalisator dalam memacu produktivitas lahan dan kreativitas masyarakat desa dalam mengelola sumber daya alam yang tersedia.
Pada Selasa (10/2), personel Bhabinkamtibmas Desa Kuranji melaksanakan kegiatan sambang produktif ke tengah-tengah warga binaan. Langkah ini bukan sekadar kunjungan rutin, melainkan sebuah misi edukatif untuk memotivasi para petani dan peternak lokal agar mampu mengoptimalkan potensi desa demi terciptanya ketahanan pangan yang tangguh dari tingkat rumah tangga hingga skala nasional.
Komitmen Polri dalam Mendukung Kedaulatan Pangan
Kapolres Lombok Barat, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa keterlibatan Polri dalam sektor pangan merupakan implementasi dari dukungan terhadap program prioritas pemerintah. Kehadiran personel di lapangan bertujuan untuk memastikan bahwa setiap jengkal lahan produktif dapat memberikan kontribusi maksimal bagi kesejahteraan masyarakat.
Kapolsek Labuapi, Iptu I Nyoman Rudi Santosa, memberikan penjelasan mendalam mengenai teknis pelaksanaan program ini di wilayah hukumnya. Menurutnya, Bhabinkamtibmas memiliki peran vital sebagai jembatan komunikasi antara kebijakan pusat dengan implementasi di tingkat petani.
“Kami mengarahkan seluruh personel, khususnya Bhabinkamtibmas, untuk terus berada di tengah masyarakat sebagai motor penggerak. Tujuannya adalah memberikan motivasi dan pendampingan agar masyarakat Desa Kuranji bisa memanfaatkan potensi lahan mereka secara maksimal, baik itu di sektor pertanian, perkebunan, maupun peternakan,” ujar Iptu I Nyoman Rudi Santosa saat dikonfirmasi terkait kegiatan tersebut.
Edukasi Pertanian dan Optimalisasi Lahan Tidur
Dalam kegiatan sambang tersebut, Bhabinkamtibmas Desa Kuranji melakukan dialog langsung dengan para petani yang tengah beraktivitas di area persawahan. Fokus utama diskusi tersebut adalah mendorong pemanfaatan lahan secara maksimal untuk tanaman pangan utama. Petugas juga memberikan wawasan mengenai pentingnya rotasi tanaman dan penggunaan teknologi tepat guna agar hasil panen tetap stabil meskipun menghadapi tantangan cuaca.
Tidak hanya fokus pada area persawahan yang luas, Polri juga menginisiasi gerakan pemanfaatan lahan pekarangan rumah. Masyarakat diajak untuk tidak membiarkan lahan di sekitar tempat tinggal mereka terbengkalai. Sebagai solusinya, warga didorong untuk menanam berbagai jenis sayuran bergizi dan tanaman obat yang kerap disebut sebagai “Apotek Hidup”.
Langkah ini dinilai sangat strategis untuk menekan pengeluaran rumah tangga sekaligus menjamin ketersediaan pangan mandiri yang sehat. Dengan mengubah lahan kosong menjadi kebun pangan mandiri, warga diharapkan tidak lagi memiliki ketergantungan penuh pada pasar untuk kebutuhan dapur sehari-hari.
Monitoring Pasca-Panen dan Pengembangan Sektor Perikanan
Selain memberikan edukasi di masa tanam, pengawasan terhadap kualitas hasil bumi juga menjadi perhatian serius. Bhabinkamtibmas turut memantau proses pasca-panen, salah satunya adalah proses penjemuran jagung milik warga. Pemantauan ini bertujuan untuk memastikan komoditas yang dihasilkan memenuhi standar kualitas sehingga memiliki nilai jual yang tinggi di pasaran.
Iptu I Nyoman Rudi Santosa menambahkan bahwa kedaulatan pangan tidak hanya bertumpu pada satu sektor saja. Oleh karena itu, pihaknya juga mendorong warga untuk mulai melirik potensi perikanan air tawar dan peternakan terintegrasi.
“Ketahanan pangan yang kuat adalah ketahanan pangan yang terintegrasi. Selain jagung dan padi, kami juga memotivasi warga untuk mengembangkan sektor peternakan dan perikanan. Jika setiap rumah tangga memiliki kemandirian protein melalui ternak atau kolam mandiri, maka kesejahteraan masyarakat secara otomatis akan meningkat,” tambah Kapolsek Labuapi tersebut.











