Bali NusraBeritaBerita NTBBinkamDaerahKamtibmasKeamananLombokLombok BaratNewsNTBPemerintahanSinergitas Pemda TNI POLRITNI-Polri

Pendekatan Humanis Cegah Amuk Massa di Senteluk

×

Pendekatan Humanis Cegah Amuk Massa di Senteluk

Sebarkan artikel ini

Lombok Barat, NTB – Ketegangan antara warga dan seorang Warga Negara Asing (WNA) di Dusun Penyangget, Desa Senteluk, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat, berhasil diredam berkat kesigapan dan pendekatan humanis Bintara Pembina Desa (Babinsa) Komando Rayon Militer (Koramil) 1606-07/Gunungasari bersama Bhabinkamtibmas, Minggu malam (1/2/2026).

 

Insiden bermula sekitar pukul 20.30 WITA, saat ratusan warga mendatangi rumah seorang WNA yang dinilai bersikap arogan dan tidak menghargai adat serta norma masyarakat setempat. Situasi sempat memanas, dipicu oleh emosi warga yang merasa tersinggung atas perilaku tersebut.

 

Menyikapi kondisi itu, Babinsa Senteluk Pelda Zulkipli bersama Bhabinkamtibmas, anggota SPKT Polsek Batulayar, serta perangkat desa langsung bergerak cepat melakukan pengamanan. Langkah ini diambil guna mencegah terjadinya tindakan anarkis maupun main hakim sendiri yang dapat memicu konflik lebih luas.

 

Dengan pendekatan persuasif, aparat gabungan berupaya menenangkan warga dan mengedepankan dialog. Demi menjaga situasi tetap kondusif, diputuskan agar WNA yang bersangkutan diamankan sementara dan meninggalkan lokasi kejadian.

 

Selanjutnya, kasus tersebut akan dimediasi secara resmi di Kantor Desa Senteluk pada Selasa (3/2/2026) bersama pemerintah desa dan unsur terkait, guna mencari solusi terbaik bagi semua pihak.

 

Pelda Zulkipli menegaskan bahwa keamanan dan ketertiban masyarakat menjadi prioritas utama. “Kami mengedepankan pendekatan humanis agar tidak terjadi benturan fisik. Mediasi adalah jalan terbaik untuk menyelesaikan persoalan ini secara damai dan bermartabat,” ujarnya.

 

Kegiatan pengamanan ini turut dihadiri oleh Sekretaris Desa Senteluk, Kepala Dusun Penyangget, serta sejumlah tokoh masyarakat. Berkat sinergi seluruh pihak, situasi berhasil dikendalikan dengan aman, tertib, dan kondusif.

 

Langkah cepat aparat gabungan ini mendapat apresiasi dari warga. Mereka berharap penyelesaian secara musyawarah dapat mempererat kembali hubungan sosial serta menjaga keharmonisan antara masyarakat lokal dan warga asing yang tinggal di wilayah tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *