Berita

Polsek Batulayar Perkuat Ketahanan Pangan di Meninting

×

Polsek Batulayar Perkuat Ketahanan Pangan di Meninting

Sebarkan artikel ini
Bhabinkamtibmas Meninting Edukasi Warga Manfaatkan Lahan

Lombok Barat, NTB – Dalam upaya memperkuat kemandirian pangan di tingkat desa, jajaran Polsek Batulayar melalui Bhabinkamtibmas Desa Meninting melakukan langkah proaktif dengan menyambangi warga di Dusun Peresak, Desa Meninting, Kecamatan Batulayar, pada Minggu, 18 Januari 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi serta memotivasi masyarakat agar mampu mengoptimalkan setiap jengkal lahan kosong menjadi area yang produktif dan bernilai ekonomis.

Langkah taktis yang dilakukan oleh pihak kepolisian ini bukan tanpa alasan. Inisiatif tersebut merupakan manifestasi nyata dari komitmen Polri dalam mendukung penuh program ketahanan pangan nasional yang menjadi prioritas Pemerintah Republik Indonesia. Dengan menguatkan sektor pertanian dan peternakan dari unit terkecil yaitu rumah tangga, diharapkan ketahanan ekonomi masyarakat di wilayah Lombok Barat dapat semakin kokoh menghadapi tantangan global.

Sinergi Polri dan Masyarakat di Dusun Peresak

Kehadiran personel Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat disambut dengan antusiasme yang tinggi. Petugas tidak hanya datang untuk memberikan imbauan kamtibmas, tetapi juga turun langsung memantau perkembangan pemanfaatan lahan pekarangan yang mulai dikelola oleh warga. Di lokasi tersebut, terlihat berbagai model pertanian mikro yang sangat potensial untuk dikembangkan lebih luas lagi.

Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., melalui Kapolsek Batulayar, AKP I Putu Krisna Varananda, S.T.K., S.I.K., menyatakan bahwa kegiatan sambang ini merupakan bagian dari upaya jemput bola untuk memastikan program pemerintah menyentuh lapisan masyarakat paling bawah. Menurutnya, pemanfaatan lahan pekarangan adalah solusi cerdas dalam menjaga stabilitas ketersediaan pangan secara mandiri.

“Kami terus mendorong personel di lapangan, khususnya para Bhabinkamtibmas, untuk terus memberikan pendampingan kepada warga. Tujuannya jelas, yakni mengubah lahan-lahan yang tadinya tidak terurus atau kosong menjadi area hijau yang menghasilkan komoditas pangan berkualitas,” ujar AKP I Putu Krisna Varananda dalam keterangannya di sela-sela kegiatan tersebut.

Inovasi Pertanian Melalui Greenhouse Sederhana

Dalam pantauan di lapangan, petugas kepolisian menyempatkan diri meninjau salah satu titik pengelolaan pembibitan sayuran yang menggunakan sistem greenhouse sederhana. Di tempat ini, berbagai bibit tanaman seperti seledri tumbuh subur di dalam media polibag. Penggunaan teknologi tepat guna ini dinilai efektif untuk melindungi tanaman dari cuaca ekstrem sekaligus memudahkan perawatan di lahan yang terbatas.

Baca Juga :  Polres Bima Kota Gelar Razia, Sita Puluhan Botol Miras dan Senjata Tajam

Selain sayuran hijau, warga juga mulai aktif menanam komoditas hortikultura seperti tomat. Penataan lahan di area pemukiman tampak rapi dengan penggunaan ajir bambu sebagai penyangga tanaman. Hal ini menunjukkan bahwa keterbatasan lahan bukan menjadi penghalang bagi warga untuk tetap berproduksi. Petugas memberikan apresiasi atas kreativitas warga yang mampu menyulap sudut-sudut rumah menjadi sumber gizi keluarga.

“Kami sangat mengapresiasi warga yang sudah memulai langkah kecil ini. Dengan menanam kebutuhan pokok seperti cabai, terong, maupun tomat di rumah sendiri, beban pengeluaran rumah tangga bisa ditekan, dan kualitas pangan yang dikonsumsi pun lebih terjamin kebersihannya,” tambah AKP I Putu Krisna Varananda.

Mengawal Swasembada Pangan dari Ladang Jagung

Tidak berhenti di pekarangan rumah, personel Bhabinkamtibmas juga menyisir lahan pertanian yang lebih luas di sekitar Dusun Peresak. Petugas terlihat berdialog langsung dengan para petani yang sedang mengelola ladang jagung. Dalam diskusi hangat tersebut, petugas memberikan semangat dan motivasi agar para petani tetap konsisten dalam mengelola lahan mereka sesuai dengan instruksi Presiden terkait penguatan ketahanan pangan nasional.

Polri berkomitmen untuk mengawal setiap potensi pertanian yang ada di wilayah pedesaan. Sinergi antara kepolisian dan masyarakat petani diharapkan mampu menciptakan ekosistem pertanian yang berkelanjutan. Petugas menyarankan agar warga tidak hanya terpaku pada satu jenis komoditas saja, melainkan berani mencoba menanam tanaman pangan yang bervariasi guna memenuhi kebutuhan pasar maupun kebutuhan domestik secara mandiri.

Pemerintah dan Polri berharap, melalui gerakan masif pemanfaatan lahan kosong ini, Desa Meninting dapat menjadi percontohan bagi desa-desa lain di wilayah Nusa Tenggara Barat dalam hal kemandirian pangan. Dengan kerja keras dan kolaborasi yang solid, swasembada pangan bukan lagi sekadar cita-cita, melainkan realitas yang bisa dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat demi peningkatan kesejahteraan ekonomi lokal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *