Bali NusraBeritaBerita NTBDaerahKetahanan PanganLombokLombok BaratNasionalNewsNewsbeatNTBNTB One TerkiniPemerintahanPertanianSinergitas Pemda TNI POLRITNI-Polri

Dandim 1606 Mataram Sambut Forkopimda di Syukuran Swasembada Pangan

×

Dandim 1606 Mataram Sambut Forkopimda di Syukuran Swasembada Pangan

Sebarkan artikel ini

Lombok Barat, NTB – Komitmen kuat dalam mewujudkan ketahanan dan kemandirian pangan nasional kembali ditunjukkan melalui kegiatan Syukuran Swasembada Pangan dan Pengumuman Swasembada Pangan Bersama Presiden Republik Indonesia yang digelar di Dusun Sambi Ratik, Desa Banyu Urip, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), wilayah teritorial Komando Rayon Militer (Koramil) 1606-04/Gerung, Komando Distrik Militer (Kodim) 1606 Mataram, Rabu siang (7/1/2026).

Kegiatan yang diikuti ±300 peserta ini menjadi momentum penting, tidak hanya sebagai bentuk rasa syukur, tetapi juga penegasan bahwa desa menjadi fondasi utama kebangkitan sektor pertanian nasional.

Komandan Kodim (Dandim) 1606/Mataram Kolonel Inf Nyarman, M.Tr(Han)., menyambut langsung kehadiran rombongan Forum Koordinasi Pimpimnan Daerah (Forkopimda) Provinsi NTB yang dipimpin Gubernur NTB Drs. H. L. Muhammad Iqbal, S.I.P., M.I.P., bersama Komandan Korem (Danrem) 162/WB, Brigjen TNI Moch. Sjasul Arief, S.Sos., unsur TNI-Polri dan pemerintah daerah.

Dalam suasana yang sarat kebersamaan, kegiatan diawali dengan doa dan dilanjutkan sambutan dari para pejabat. Kepala Desa Banyu Urip menyampaikan laporan keberhasilan program optimalisasi lahan seluas ±200 hektare yang kini menjadi harapan baru bagi petani, khususnya di wilayah yang kerap dilanda kekeringan ekstrem saat musim kemarau.

Wakil Bupati Lombok Barat, Hj. Nurul Adha, S.Pdi., M.Pdi., menyoroti, “sebagian besar masyarakat miskin masih didominasi petani, sehingga program pertanian yang tepat sasaran dinilai mampu menjadi pintu masuk pemerataan kesejahteraan dari desa,” ucapnya.

Hal ini diperkuat oleh Gubernur NTB, Drs. H. L. Muhammad Iqbal., yang menegaskan “NTB mendapat prioritas irigasi baru, pompanisasi, serta peningkatan harga pembelian gabah menjadi Rp6.500 per kilogram demi mengangkat kesejahteraan petani,” tegasnya.

Baca Juga :  Polsek Sekotong Ajak Warga Desa Pelangan Wujudkan Pekarangan Pangan Bergizi

Puncak kegiatan ditandai dengan peninjauan dan peresmian irigasi optimalisasi lahan yang telah direvitalisasi, kemudian dilanjutkan video conference pengumuman swasembada pangan bersama Presiden RI. Dalam arahannya, Presiden menegaskan bahwa swasembada pangan merupakan pilar utama kedaulatan bangsa dan hasil kerja keras kolektif pemerintah, petani, serta seluruh pemangku kepentingan.

Sebagai penutup, Danrem 162/Wira Bhakti Brigjen TNI Moch. Sjasul Arief, S.Sos., menegaskan bahwa keberhasilan swasembada pangan merupakan buah dari sinergi kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI-Polri, serta peran aktif para petani di lapangan. Menurutnya, program optimalisasi lahan dan revitalisasi irigasi yang dilaksanakan saat ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Ketahanan pangan adalah bagian dari ketahanan nasional. Oleh karena itu, TNI AD akan terus mendukung penuh kebijakan pemerintah dalam sektor pertanian, mulai dari pendampingan petani, pengamanan distribusi sarana produksi, hingga menjaga stabilitas wilayah agar aktivitas pertanian berjalan aman dan berkelanjutan,” ujar Danrem.

Sementara itu, Dandim 1606/Mataram Kolonel Inf Nyarman, M.Tr.(Han)., menambahkan bahwa jajaran Kodim 1606/Mataram berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui peran Babinsa dalam mendampingi petani secara langsung. Pendampingan tersebut dilakukan sejak tahap pengolahan lahan, masa tanam, hingga panen, guna memastikan program pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh petani.

“Petani adalah ujung tombak ketahanan pangan bangsa. Dengan kolaborasi yang solid antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat, kami optimistis NTB mampu menjadi daerah penyangga pangan nasional yang tangguh dan mandiri,” tegas Dandim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *