Pekalongan, Jawa Tengah – Seorang anak laki-laki berusia 14 tahun, berinisial MA, warga Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, dilaporkan meninggalkan rumah setelah mendapat teguran dari orang tuanya. Peristiwa ini terjadi pada Kamis, 3 Maret 2025, dan MA berhasil ditemukan oleh warga di Kelurahan Bener, Kecamatan Wiradesa, pada hari yang sama.
Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Wiradesa, Iptu Maman Sugiarto, S.H., M.H., membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan dari warga terkait penemuan seorang anak yang berada di salah satu rumah penduduk di Kelurahan Bener.
Penemuan Anak dan Laporan Warga
“Bhabinkamtibmas dan petugas Polsek yang sedang bertugas pada Kamis sore itu segera menindaklanjuti laporan dari warga mengenai adanya penemuan seorang anak yang berada di salah satu rumah warga di Kelurahan Bener,” ungkap Iptu Maman kepada awak media, Jumat (4/4/2025).
Setelah menerima laporan, petugas dari Polsek Wiradesa langsung menuju lokasi untuk menjemput MA dan membawanya ke kantor polisi untuk penanganan lebih lanjut. Di Polsek, petugas melakukan pendataan dan menanyakan identitas serta alasan MA meninggalkan rumah.
Alasan Meninggalkan Rumah
“Setelah kami ajak bicara, anak tersebut mengaku bernama MA, berusia 14 tahun dan berasal dari Tangkil, Kedungwuni. Kepada petugas, MA menyampaikan alasan dirinya pergi dari rumah adalah karena telah dimarahi oleh orang tuanya,” terang Iptu Maman.
Mendengar pengakuan tersebut, petugas kepolisian segera berupaya menghubungi pihak keluarga MA. Berkat kesigapan petugas, upaya pencarian dan komunikasi dengan keluarga MA membuahkan hasil.
Keluarga Menjemput di Polsek
“Setelah melakukan berbagai upaya untuk menghubungi keluarganya, akhirnya pada malam harinya, sekitar pukul 19.30 WIB, paman dari MA yang bernama Bayu datang ke Polsek Wiradesa untuk menjemput keponakannya,” imbuh Kapolsek.
Kehadiran paman MA di Polsek Wiradesa menjadi akhir dari kekhawatiran sementara pihak kepolisian dan warga yang menemukan. MA pun dapat kembali berkumpul dengan keluarganya.
Imbauan Kapolsek kepada Orang Tua
Menyikapi kejadian ini, Kapolsek Wiradesa Iptu Maman Sugiarto memberikan imbauan kepada seluruh orang tua agar lebih memperhatikan kondisi psikologis anak dan membangun komunikasi yang baik di dalam keluarga.
“Dari peristiwa ini, kami mengimbau kepada para orang tua untuk lebih peka terhadap kondisi anak-anaknya. Jalinlah komunikasi yang harmonis dan baik di lingkungan keluarga, dengarkan keluh kesah anak, sehingga kejadian seperti ini tidak terulang kembali,” pungkasnya.
Kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak, terutama orang tua, mengenai pentingnya membangun kedekatan emosional dan komunikasi yang efektif dengan anak-anak. Teguran dan nasihat memang diperlukan dalam mendidik anak, namun cara penyampaian yang baik dan penuh kasih sayang akan lebih diterima dan dipahami oleh anak. Diharapkan, kejadian serupa tidak terulang kembali dan setiap keluarga dapat menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi tumbuh kembang anak.