Hukum dan KriminalNarkobaPeristiwa

Polisi Gerebek Sebuah Rumah di Ampenan, Atas Dugaan Tempat Peredaran Narkoba

×

Polisi Gerebek Sebuah Rumah di Ampenan, Atas Dugaan Tempat Peredaran Narkoba

Sebarkan artikel ini
Polisi Gerebek Sebuah Rumah di Ampenan

Mataram NTB – Tim Opsnal Sat Resnarkoba Polresta Mataram menggerebek sebuah rumah di wilayah Ampenan. Polisi melakukan penggerebekan ini atas dugaan bahwa lokasi ini kerap menjadi tempat peredaran ataupun mengkonsumsi sabu, Senin (06/02/2023).

Kasat Narkoba Polresta Mataram Kompol I Made Yogi Purusa Utama mengatakan, jajarannya mengamankan dua terduga masing-masing inisial SH (33) dan SI (48).

“Saat itu mereka berdada di dalam rumah tersebut, terpaksa kami amankan setelah proses penggeledahan menemukan Sabu seberat 10,02 gram Brutto,” ungkapnya.

Sebelum proses penggeledahan, petugas terlebih dahulu memanggil aparat lingkungan dan beberapa warga setempat.

“Untuk menyaksikan jalannya proses penggeledahan, dan hasilnya menemuka barang bukti Sabu tersebut,” ujarnya. Melansir dari Humas Polri, Kamis (9/2/2023).

READ  Karyawan Sawit di Berau Dianiaya Rekan Kerja Sendiri

Pengungkapan ini adalah berawal dari informasi masyarakat sekitar yang merasa resah. Bahwa sebuah rumah di ampenan tersbut, menjadikannya lokasi transaksi narkoba.

“Oleh tim Opsnal melakukan penyelidikan terlebih dahulu atas kebenaran informasi yang kami dapatkan. Hasilnya memang benar di lokasi tersebut seperti dugaan sebagai tempat transaksi barang haram tersebut,” pungkasnya.

Selain Barang Bukti berupa sabu juga mengamankan Banrang Bukti lainnya lainnya. Seperti alat Konsumsi, peralatan menjual sabu, alat komunikasi, serta sejumlah uang tunai.

“Selanjutnya kedua terduga dibawa ke Mapolresta Mataram untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh penyidik. Selanjutnya akan mengembangkannya untuk mengetahui lebih jauh rangkaian perolehan barang Sabu yang terduga miki,” terangnya.

READ  Polsek Tingkir Amankan Pelaku Tabrak Lari yang Kabur

Atas perbuatannya, kedua terduga terancam pasal 114 dan atau 112 UU nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

“Kami atas nama Polresta Mataram menyampaikan terimakasih kepada Masyarakat. Atas kerjasama dalam mencegah dan memberantas peredaran narkoba di Kota Mataram,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *