Psikologi

Terlalu Positif Tapi Merusak, Ini Bahaya Positive Vibes Only

×

Terlalu Positif Tapi Merusak, Ini Bahaya Positive Vibes Only

Sebarkan artikel ini
Terlalu Positif Tapi Merusak, Ini Bahaya Positive Vibes Only
Terlalu Positif Tapi Merusak, Ini Bahaya Positive Vibes Only (www.freepik.com)

Dukungan Positif yang Sehat vs. Optimisme yang Beracun: Apa Bedanya?

Penting untuk membedakan antara memberikan dukungan positif yang sehat dengan toxic positivity. Dukungan positif yang sehat adalah tentang validasi emosi, mendengarkan dengan empati, dan menawarkan bantuan yang konkret jika memungkinkan. Sementara itu, toxic positivity lebih fokus pada pemaksaan untuk selalu berpikir positif dan mengabaikan emosi negatif. Dukungan yang sehat mengakui bahwa tidak apa-apa untuk merasa sedih, marah, atau frustrasi. Ia memberikan ruang bagi teman kita untuk meluapkan perasaannya tanpa merasa dihakimi atau dipaksa untuk segera “move on”. Sebuah studi dari University of California, Berkeley, menunjukkan bahwa validasi emosi adalah kunci untuk membangun hubungan yang kuat dan suportif.

Membangun Jembatan Empati: Strategi Menghindari Toxic Positivity dalam Pertemanan

Lalu, bagaimana caranya agar kita bisa menghindari toxic positivity dan membangun pertemanan yang lebih autentik dan penuh empati? Berikut beberapa strategi yang bisa kita terapkan:

  • Dengarkan dengan penuh perhatian: Ketika teman kita bercerita, berikan perhatian penuh tanpa menyela atau langsung memberikan solusi. Cobalah untuk benar-benar memahami apa yang mereka rasakan.
  • Validasi emosi mereka: Akui dan validasi perasaan mereka. Katakan hal-hal seperti, “Aku bisa mengerti kenapa kamu merasa seperti itu,” atau “Pasti berat ya apa yang sedang kamu alami.”
  • Tawarkan dukungan konkret: Tanyakan kepada teman kita apakah ada sesuatu yang bisa kita bantu. Terkadang, yang mereka butuhkan hanyalah seseorang untuk diajak bicara atau bantuan praktis lainnya.
  • Hindari kalimat klise: Cobalah untuk tidak menggunakan kalimat-kalimat penyemangat klise yang seringkali terasa hambar dan tidak tulus.
  • Berikan ruang untuk emosi negatif: Ingatlah bahwa tidak apa-apa untuk merasa sedih, marah, atau kecewa. Biarkan teman kita merasakan emosi mereka tanpa merasa tertekan untuk segera “bahagia”.
  • Bagikan pengalaman pribadi (jika relevan): Jika Anda pernah mengalami situasi serupa, berbagi pengalaman Anda bisa membuat teman Anda merasa tidak sendirian. Namun, pastikan fokus tetap pada pengalaman teman Anda, bukan pada diri Anda.
Baca Juga :  Pola Asuh Toxic, Ini Biang Kerok Anak Gagal Sukses

Lebih dari Sekadar “Happy Vibes”: Kebutuhan Emosional di Usia 30-an ke Atas

Di usia 30-an ke atas, kita mungkin sudah memiliki lebih banyak tanggung jawab, baik dalam karier, keluarga, maupun kehidupan pribadi. Tantangan dan tekanan yang kita hadapi pun semakin kompleks. Oleh karena itu, kebutuhan akan pemahaman dan koneksi yang mendalam dalam pertemanan menjadi semakin penting. Kita tidak lagi sekadar mencari teman untuk bersenang-senang, tetapi juga teman yang bisa menjadi sandaran di kala sulit. Optimisme memang penting, tetapi tanpa diimbangi dengan empati dan penerimaan terhadap emosi negatif, ia bisa terasa hambar dan bahkan menyakitkan. Pertemanan yang sehat adalah tentang saling mendukung dalam segala kondisi, baik suka maupun duka.

Toxic positivity mungkin terlihat seperti cara yang baik untuk menyemangati teman, tetapi seringkali justru berujung pada pengabaian emosi dan erosi kepercayaan dalam pertemanan. Di usia 30-an ke atas, ketika kualitas hubungan menjadi prioritas, penting bagi kita untuk menghindari jebakan optimisme berlebihan dan belajar untuk memberikan dukungan yang lebih autentik dan penuh empati. Dengan mendengarkan, memvalidasi, dan memberikan ruang untuk semua jenis emosi, kita dapat membangun pertemanan yang lebih kuat, lebih dalam, dan lebih bermakna. Ingatlah, terkadang, yang paling dibutuhkan oleh seorang teman bukanlah kalimat penyemangat klise, melainkan kehadiran dan pemahaman yang tulus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *