Syukuri Apa yang Anda Miliki
Salah satu pemicu utama FOMO adalah perasaan tidak puas dengan diri sendiri dan apa yang sudah kita miliki. Cobalah untuk melatih diri bersyukur atas segala hal baik dalam hidup Anda, sekecil apapun itu. Membuat jurnal syukur atau sekadar merenungkan hal-hal positif setiap hari dapat membantu mengubah fokus Anda dari apa yang tidak Anda miliki menjadi apa yang sudah Anda miliki.
Temukan Kebahagiaan dalam Kesederhanaan
JOMO mengajarkan kita bahwa kebahagiaan tidak selalu harus datang dari hal-hal yang mewah atau viral. Kebahagiaan sejati seringkali ditemukan dalam momen-momen sederhana, seperti menikmati waktu berkualitas bersama orang-orang terkasih, menekuni hobi yang disukai, atau sekadar menikmati ketenangan di rumah.
Jangan Bandingkan Diri Anda dengan Orang Lain
Ingatlah bahwa apa yang Anda lihat di media sosial hanyalah sebagian kecil dari kehidupan seseorang, 1 yang seringkali sudah diedit dan dipoles sedemikian rupa. Setiap orang memiliki perjalanan hidupnya masing-masing, dengan tantangan dan pencapaian yang berbeda. Fokuslah pada perkembangan diri Anda sendiri dan jangan biarkan diri Anda tertekan oleh standar yang tidak realistis dari dunia maya.
Tren JOMO yang Semakin Menguat
Menariknya, kesadaran akan dampak negatif FOMO dan keinginan untuk mencari ketenangan di tengah hingar bingar digital telah melahirkan tren JOMO yang semakin populer. Banyak orang mulai secara sadar memilih untuk “detoksifikasi” dari media sosial, memprioritaskan waktu untuk diri sendiri, dan menikmati momen-momen sederhana dalam kehidupan nyata.
Fenomena ini juga tercermin dalam berbagai artikel, buku, dan bahkan aplikasi yang dirancang untuk membantu orang mengurangi ketergantungan pada media sosial dan meningkatkan kesadaran diri. Hal ini menunjukkan bahwa semakin banyak orang yang menyadari pentingnya menjaga kesehatan mental di era digital ini.
Menemukan Keseimbangan yang Tepat
Pada akhirnya, baik FOMO maupun JOMO adalah bagian dari dinamika kehidupan di era digital. Tidak ada yang salah dengan sesekali merasa tertarik dengan apa yang sedang dilakukan orang lain, namun penting untuk tidak membiarkan rasa takut ketinggalan itu menguasai hidup kita.
Seni menemukan ketenangan terletak pada kemampuan kita untuk menyeimbangkan antara tetap terhubung dengan dunia luar dan memberikan ruang bagi diri sendiri untuk menikmati momen saat ini. Dengan mempraktikkan JOMO secara sadar, kita dapat mengurangi stres, meningkatkan kebahagiaan, dan pada akhirnya, menjalani hidup yang lebih bermakna di tengah arus informasi yang tak pernah berhenti. Jadi, mari kita mulai merangkul JOMO dan temukan kedamaian dalam kesederhanaan!