HubunganKesehatan MentalPsikologi

Teman Toxic? Kenali Cirinya, Selamatkan Kesehatan Mentalmu!

×

Teman Toxic? Kenali Cirinya, Selamatkan Kesehatan Mentalmu!

Sebarkan artikel ini
Teman Toxic? Kenali Cirinya, Selamatkan Kesehatan Mentalmu!
Teman Toxic? Kenali Cirinya, Selamatkan Kesehatan Mentalmu! (www.freepik.com)

4. Si Pengontrol yang Manipulatif

Teman tipe ini selalu berusaha untuk mengontrol setiap aspek dalam pertemanan kalian. Mereka akan mengatur dengan siapa kamu boleh berteman, ke mana kamu boleh pergi, bahkan apa yang boleh kamu lakukan. Mereka sering menggunakan taktik manipulasi seperti guilt-tripping atau ancaman untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan.

Awalnya mungkin kamu tidak menyadarinya, namun lama kelamaan kamu akan merasa terperangkap dan kehilangan kebebasan dalam berteman. Menurut para ahli di bidang psikologi, hubungan yang manipulatif dapat menyebabkan perasaan cemas, depresi, dan bahkan trauma. Jika kamu merasa terus-menerus diatur dan tidak memiliki ruang untuk dirimu sendiri dalam pertemanan, ini adalah tanda bahwa kamu perlu mengambil jarak.

5. Si “Energi Vampir” yang Selalu Menguras Emosi

Setiap kali bertemu dengannya, kamu selalu merasa lelah, sedih, atau bahkan marah tanpa alasan yang jelas? Bisa jadi temanmu ini adalah seorang “energi vampir”. Mereka cenderung fokus pada masalah dan keluhan mereka sendiri, tanpa pernah benar-benar mendengarkan atau peduli dengan apa yang kamu rasakan.

Mereka akan terus-menerus menceritakan masalah mereka, berharap kamu memberikan solusi atau dukungan emosional. Namun, ketika kamu membutuhkan hal yang sama, mereka cenderung menghindar atau tidak peduli. Berinteraksi dengan orang seperti ini bisa sangat menguras energi emosionalmu dan membuatmu merasa tidak dihargai. Sebuah studi yang diterbitkan dalam Health Psychology menunjukkan bahwa dukungan sosial yang tidak seimbang dalam pertemanan dapat berdampak negatif pada kesehatan mental dan fisik.

Lalu, Apa yang Harus Dilakukan?

Mengenali tipe-tipe teman beracun ini adalah langkah pertama. Langkah selanjutnya adalah mengambil tindakan untuk melindungi kesehatan mentalmu. Ini mungkin berarti mengurangi intensitas pertemuan, menetapkan batasan yang jelas, atau bahkan mengakhiri pertemanan tersebut jika memang diperlukan.

Baca Juga :  Introvert Bukan Pemalu, Luruskan 5 Mitos Ini!

Ingatlah, kamu berhak memiliki teman-teman yang suportif, positif, dan membuatmu merasa bahagia. Pertemanan seharusnya menjadi sumber kekuatan dan kebahagiaan, bukan malah sebaliknya. Jangan ragu untuk memprioritaskan kesehatan mentalmu dan menjauh dari orang-orang yang membawa dampak negatif dalam hidupmu.

Membangun batasan dalam pertemanan memang tidak selalu mudah, namun ini adalah investasi penting untuk kesejahteraanmu. Kamu berhak dikelilingi oleh orang-orang yang tulus menyayangimu dan mendukungmu untuk menjadi versi terbaik dari dirimu. Jadi, beranilah mengambil langkah yang diperlukan demi kesehatan mentalmu!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *