Pengetahuan

Inersia, Ketika Kebiasaan Menjadi Hukum Alam

×

Inersia, Ketika Kebiasaan Menjadi Hukum Alam

Sebarkan artikel ini
Inersia, Ketika Kebiasaan Menjadi Hukum Alam
Inersia, Ketika Kebiasaan Menjadi Hukum Alam (www.freepik.com)

case.web.id – Pernah nggak sih kamu lagi asyik rebahan terus males banget buat gerak? Nah, konsep kemalasan ini mirip banget sama yang namanya inersia, yaitu kecenderungan suatu benda untuk mempertahankan keadaannya, entah itu lagi diam anteng atau lagi bergerak lurus dengan kecepatan tetap. Penasaran kan kenapa benda bisa kayak gitu? Yuk, kita telaah lebih dalam!

Memahami Lebih Dalam si “Mager”-nya Benda: Apa Itu Inersia?

Secara sederhana, inersia itu kayak “keengganan” benda buat berubah. Kalau lagi diem, dia maunya tetep diem. Kalau lagi gerak, dia maunya tetep gerak dengan kecepatan dan arah yang sama, kecuali ada “paksaan” dari luar berupa gaya. Bayangin aja, bola yang kamu tendang di lapangan. Kalau nggak ada gesekan sama udara atau tanah, idealnya bola itu bakal terus menggelinding selamanya dengan kecepatan yang sama. Tapi ya, di dunia nyata kan nggak gitu, pasti ada aja yang bikin dia melambat dan akhirnya berhenti. Nah, “keinginan” bola buat terus bergerak itulah yang disebut inersia.

Hukum Inersia: Biang Keladinya si Sifat “Ogah Berubah”

Konsep inersia ini bukan cuma sekadar tebakan, lho. Ada hukum fisika yang secara khusus membahasnya, yaitu Hukum Newton Pertama. Hukum ini bilang, “Setiap benda akan tetap berada dalam keadaan diam atau bergerak lurus beraturan, kecuali jika dipaksa oleh gaya luar untuk mengubah keadaannya.” 1 Jadi, intinya, perubahan gerak itu butuh “usaha” berupa gaya. Kalau nggak ada gaya yang bekerja, benda bakal “ngotot” mempertahankan kondisinya.

Contoh Inersia di Sekitar Kita: Lebih Dekat dari yang Kamu Kira

Sebenarnya, contoh inersia itu banyak banget di kehidupan sehari-hari. Coba deh perhatikan beberapa situasi ini:

Baca Juga :  Agility: Cara Sukses di Era Gila Perubahan

Kenapa Kita Bisa Terjengkang Saat Mobil Tiba-Tiba Direm?

Pernah ngalamin kan lagi enak-enak duduk di mobil, terus tiba-tiba sopirnya ngerem mendadak? Badan kita pasti otomatis kayak kelempar ke depan. Kenapa bisa gitu? Karena badan kita yang tadinya ikut bergerak maju bersama mobil punya inersia untuk terus bergerak maju. Pas mobil berhenti, badan kita masih “pengen” terus maju sampai akhirnya tertahan oleh sabuk pengaman atau kursi di depan.

Mengapa Kita Harus Memakai Sabuk Pengaman?

Nah, dari contoh di atas kelihatan banget kan pentingnya sabuk pengaman. Sabuk pengaman berfungsi untuk menahan inersia tubuh kita saat terjadi perubahan kecepatan yang drastis, misalnya saat kecelakaan atau pengereman mendadak. Tanpa sabuk pengaman, inersia bisa bikin kita terbentur atau bahkan terlempar keluar dari kendaraan.

Kenapa Meja yang Didorong Lebih Berat daripada Buku?

Coba deh kamu dorong meja sama buku. Pasti lebih gampang dorong buku kan? Ini karena meja punya massa yang lebih besar daripada buku. Semakin besar massa suatu benda, semakin besar pula inersianya. Jadi, butuh gaya yang lebih besar juga buat mengubah keadaan geraknya.

Efek Inersia Saat Kita Mengayunkan Palu

Saat kita mau memukul paku dengan palu, kita biasanya mengayunkan palu itu dengan kencang. Tujuannya adalah untuk memanfaatkan inersia dari kepala palu yang berat. Saat palu diayunkan dan kemudian dihentikan mendadak saat mengenai paku, inersia kepala palu akan “memaksa” paku untuk masuk ke dalam kayu.

Inersia dalam Olahraga: Dari Lari Sampai Sepak Bola

Konsep inersia juga berperan penting dalam berbagai jenis olahraga. Misalnya, seorang pelari akan kesulitan mengubah arah larinya secara tiba-tiba karena inersia tubuhnya yang sedang bergerak. Begitu juga dengan bola yang ditendang, ia akan terus bergerak sampai ada gaya lain (seperti gesekan atau ditangkap) yang menghentikannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *