case.web.id – Pernah dengar istilah ovovivipar? Mungkin terdengar asing, tapi sebenarnya ini adalah salah satu cara unik hewan berkembang biak yang menarik untuk dipelajari. Bayangkan, telur sudah dibuahi dan berkembang di dalam tubuh induk, tapi alih-alih mendapatkan nutrisi langsung dari ibunya seperti bayi manusia, embrio ini justru memanfaatkan cadangan makanan yang sudah ada di dalam telur itu sendiri. Sampai akhirnya, surprise!, telur menetas di dalam tubuh induk dan anak hewan pun lahir. Keren, kan?
Pengertian Ovovivipar dalam Biologi: Lebih Dalam dari Sekadar Telur di Dalam
Dalam dunia biologi, ovovivipar merupakan perpaduan antara cara bertelur (ovipar) dan melahirkan (vivipar). Jadi, hewan ovovivipar ini tidak sepenuhnya bertelur di luar tubuh seperti ayam atau penyu, dan juga tidak sepenuhnya mendapatkan nutrisi dari plasenta induk seperti mamalia pada umumnya. Mereka berada di tengah-tengah, memanfaatkan “bekal” dari telur untuk tumbuh di lingkungan yang aman dan terkontrol di dalam tubuh induk. Ini memberikan keuntungan tersendiri bagi kelangsungan hidup anak hewan tersebut.
Contoh Hewan Ovovivipar: Dari Hiu hingga Kadal
Nah, biar lebih kebayang, mari kita lihat beberapa contoh hewan yang mengadopsi cara berkembang biak ovovivipar ini. Beberapa di antaranya mungkin sudah familiar buat kamu:
- Hiu Macan (Tiger Shark): Si raja lautan ini ternyata juga menerapkan ovovivipar. Anak-anak hiu macan berkembang di dalam rahim induk, mendapatkan nutrisi dari kantung kuning telur mereka sendiri, dan kemudian dilahirkan sebagai individu yang sudah cukup mandiri.
- Beberapa Jenis Ular: Ada beberapa spesies ular, seperti ular kadut dan beberapa jenis ular laut, yang juga ovovivipar. Proses ini membantu mereka melahirkan anak di lingkungan yang mungkin kurang aman untuk telur yang diletakkan di luar.
- Kadal Kadal: Reptil yang satu ini juga termasuk dalam daftar hewan ovovivipar. Embrio kadal kadal berkembang di dalam tubuh induk dan menetas sesaat sebelum atau setelah dilahirkan.
- Ikan Guppy: Ikan kecil yang sering dipelihara di akuarium ini juga merupakan contoh hewan ovovivipar. Induk guppy akan melahirkan anak-anak ikan yang sudah berenang bebas.
- Platypus (Meskipun Ada Pengecualian): Platypus adalah mamalia yang unik karena bertelur. Namun, beberapa penelitian menunjukkan adanya indikasi ovovivipar pada spesies ini, di mana telur mungkin menetas sangat cepat setelah dikeluarkan. Ini masih menjadi perdebatan di kalangan ilmuwan.
Keberagaman contoh ini menunjukkan bahwa ovovivipar adalah strategi reproduksi yang cukup sukses dan telah berevolusi di berbagai kelompok hewan.
Proses Reproduksi Ovovivipar: Perjalanan dari Pembuahan hingga Kelahiran
Lalu, bagaimana sih sebenarnya proses reproduksi ovovivipar ini terjadi? Secara garis besar, prosesnya meliputi beberapa tahapan:
- Pembuahan Internal: Proses pembuahan terjadi di dalam tubuh induk betina. Sperma jantan akan membuahi sel telur.
- Pembentukan Telur: Telur yang telah dibuahi akan mulai berkembang di dalam saluran reproduksi induk. Telur ini memiliki cangkang yang tipis atau bahkan tidak bercangkang sama sekali.
- Perkembangan Embrio: Embrio mulai berkembang di dalam telur, memanfaatkan nutrisi dari kuning telur sebagai sumber utama makanannya. Tidak ada plasenta atau hubungan nutrisi langsung dengan induk.
- Penetasan di Dalam Tubuh Induk: Setelah mencapai perkembangan yang cukup, telur akan menetas di dalam tubuh induk.
- Kelahiran Anak: Anak hewan yang baru menetas kemudian dilahirkan oleh induknya. Proses kelahiran ini mirip dengan melahirkan pada hewan vivipar.
Proses ini memberikan perlindungan yang lebih baik bagi embrio dibandingkan dengan telur yang diletakkan di luar. Embrio tetap berada di lingkungan yang stabil dan aman di dalam tubuh induk hingga siap untuk dilahirkan.