data-sourcepos=”3:1-3:547″>case.web.id – Pola asuh tanpa pelukan, benarkah membentuk kepribadian dewasa anak dengan cara tertentu? Ya, pola asuh yang minim sentuhan fisik seperti pelukan ternyata menyimpan pengaruh yang cukup signifikan dalam membentuk kepribadian seorang anak hingga ia dewasa. Meskipun setiap anak dan keluarga memiliki dinamika yang unik, memahami bagaimana kurangnya sentuhan bisa berdampak pada perkembangan emosional dan sosial anak sangatlah penting. Mari kita telaah lebih dalam mengenai 7 cara pola asuh tanpa pelukan dapat membentuk kepribadian dewasa anak.
Memahami Lebih Dalam Pola Asuh Tanpa Pelukan
Sebelum melangkah lebih jauh, penting untuk memahami bahwa “pola asuh tanpa pelukan” tidak selalu berarti ketiadaan kasih sayang sama sekali. Lebih tepatnya, ini merujuk pada gaya pengasuhan di mana sentuhan fisik seperti pelukan, ciuman, atau sekadar sentuhan lembut tidak menjadi ekspresi kasih sayang yang dominan. Orang tua dengan pola asuh ini mungkin menunjukkan cinta dan perhatian mereka melalui cara lain, seperti kata-kata pujian, waktu berkualitas, atau pemberian hadiah. Namun, absennya sentuhan fisik yang seringkali dianggap sebagai bahasa universal cinta, bisa meninggalkan jejak tersendiri pada perkembangan anak.
Sentuhan Fisik: Lebih dari Sekadar Kehangatan
Berbagai penelitian telah menunjukkan betapa krusialnya sentuhan fisik bagi perkembangan manusia, terutama di masa kanak-kanak. Sentuhan bukan hanya memberikan rasa nyaman dan aman, tetapi juga berperan penting dalam perkembangan otak, regulasi emosi, dan pembentukan ikatan sosial. Hormon oksitosin, yang sering disebut sebagai “hormon cinta,” dilepaskan saat kita menerima sentuhan yang menyenangkan, menciptakan perasaan bahagia dan terhubung. Kekurangan sentuhan di masa kecil berpotensi memengaruhi kemampuan seseorang dalam membangun dan memelihara hubungan di kemudian hari.
7 Cara Pola Asuh Tanpa Pelukan Membentuk Kepribadian Dewasa Anak
Lantas, bagaimana sebenarnya pola asuh tanpa pelukan dapat membentuk kepribadian dewasa seorang anak? Berikut adalah 7 cara yang mungkin terjadi:
1. Kesulitan Membangun Keintiman dan Kepercayaan
Salah satu dampak yang mungkin timbul adalah kesulitan dalam membangun keintiman dan kepercayaan dalam hubungan di masa dewasa. Anak yang tidak terbiasa dengan sentuhan fisik yang hangat mungkin tumbuh menjadi individu yang merasa canggung atau tidak nyaman dengan kedekatan fisik. Mereka bisa jadi kesulitan membuka diri secara emosional dan membangun rasa percaya yang mendalam pada orang lain, karena kurangnya pengalaman merasakan keamanan dan kenyamanan melalui sentuhan di masa kecil.
2. Tantangan dalam Mengelola Emosi
Sentuhan fisik, terutama pelukan, seringkali menjadi cara alami untuk menenangkan diri dan orang lain saat sedang emosional. Anak yang tidak terbiasa dengan pelukan mungkin tidak mengembangkan kemampuan yang optimal dalam meregulasi emosinya sendiri. Mereka mungkin kesulitan mengatasi stres, kecemasan, atau kesedihan, dan mencari cara lain yang terkadang kurang sehat untuk menenangkan diri.
3. Potensi Rendahnya Empati
Empati melibatkan kemampuan untuk memahami dan merasakan emosi orang lain. Sentuhan fisik, seperti menggenggam tangan atau menepuk bahu, dapat menjadi cara nonverbal untuk menyampaikan dukungan dan pemahaman. Anak yang tumbuh tanpa banyak sentuhan mungkin kurang terlatih dalam membaca dan merespons isyarat emosional nonverbal, yang pada gilirannya dapat memengaruhi tingkat empati mereka terhadap orang lain.
4. Meningkatnya Rasa Cemas dan Tidak Aman
Pelukan memberikan rasa aman dan terlindungi, terutama bagi anak-anak. Kekurangan sentuhan ini dapat berkontribusi pada perasaan cemas dan tidak aman yang lebih tinggi di masa dewasa. Mereka mungkin merasa lebih rentan dan kurang percaya diri dalam menghadapi tantangan hidup, karena fondasi rasa aman yang dibangun melalui sentuhan di masa kecil tidak terbentuk dengan kuat.