Kesehatan MentalParentingPsikologi

Balik Tantrum Jadi Cinta, Panduan Bonding Orang Tua

×

Balik Tantrum Jadi Cinta, Panduan Bonding Orang Tua

Sebarkan artikel ini
Balik Tantrum Jadi Cinta, Panduan Bonding Orang Tua
Balik Tantrum Jadi Cinta, Panduan Bonding Orang Tua (www.freepik.com)

Statistik dan Fakta yang Mendukung

Menurut sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journal of Family Psychology, anak-anak yang orang tuanya merespons tantrum dengan empati dan dukungan cenderung memiliki regulasi emosi yang lebih baik dan hubungan yang lebih erat dengan orang tuanya di kemudian hari. Studi lain dari Child Development menunjukkan bahwa respons orang tua yang konsisten dan penuh kasih sayang terhadap tantrum dapat mengurangi frekuensi dan intensitas tantrum seiring berjalannya waktu.

Data dari survei daring yang dilakukan oleh beberapa platform parenting di Indonesia juga menunjukkan bahwa mayoritas orang tua merasa lebih dekat dengan anak-anak mereka setelah belajar merespons tantrum dengan cara yang lebih positif dan penuh pengertian. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan yang berfokus pada bonding saat anak tantrum memang memberikan dampak positif bagi hubungan orang tua dan anak.

Tips Praktis Menghadapi Tantrum dan Meningkatkan Bonding

Berikut beberapa tips praktis yang bisa Anda terapkan saat menghadapi tantrum anak:

  • Tetap Tenang: Ini adalah kunci utama. Emosi Anda akan menular pada anak. Jika Anda marah, tantrumnya bisa semakin menjadi-jadi.
  • Pahami Pemicunya: Coba identifikasi apa yang sering memicu tantrum pada anak Anda. Dengan memahami pemicunya, Anda bisa lebih siap menghadapinya atau bahkan mencegahnya.
  • Alihkan Perhatian: Terkadang, mengalihkan perhatian anak dari hal yang membuatnya tantrum bisa efektif. Tawarkan kegiatan lain yang menarik baginya.
  • Berikan Pilihan: Jika memungkinkan, berikan anak pilihan dalam situasi tertentu. Ini bisa memberikan rasa kontrol padanya dan mengurangi potensi frustrasi.
  • Konsisten: Tetapkan batasan yang jelas dan konsisten. Anak perlu tahu apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan.
  • Jaga Diri Sendiri: Jangan lupakan kebutuhan Anda sebagai orang tua. Jika Anda merasa kewalahan, mintalah bantuan dari pasangan atau orang terdekat.
Baca Juga :  Konflik Keluarga? Ini Cara Sehat Atasi Tanpa Drama

Tantrum adalah Bahasa Cinta yang Perlu Dipahami

Tantrum anak bukanlah akhir dari segalanya. Justru sebaliknya, ini adalah kesempatan berharga untuk memahami lebih dalam tentang dunia emosi si kecil dan memperkuat ikatan batin Anda dengannya. Dengan merespons tantrum dengan empati, kesabaran, dan kasih sayang, Anda tidak hanya membantu anak belajar mengelola emosinya, tetapi juga membangun fondasi hubungan yang kuat dan penuh cinta untuk masa depan. Jadi, lain kali si kecil tantrum, tarik napas dalam-dalam dan lihatlah ini sebagai peluang emas untuk bonding yang lebih bermakna.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *