Kesehatan

Anak Kurus? Ini Alasan Mengapa Itu Bisa Berbahaya!

×

Anak Kurus? Ini Alasan Mengapa Itu Bisa Berbahaya!

Sebarkan artikel ini
Anak Kurus? Ini Alasan Mengapa Itu Bisa Berbahaya!
Anak Kurus? Ini Alasan Mengapa Itu Bisa Berbahaya! (www.freepik.com)

case.web.id – Berat badan kurang pada anak seringkali dianggap hal sepele, padahal tanda-tanda awalnya bisa jadi alarm penting yang terlewatkan oleh orang tua. Di tengah maraknya isu obesitas, kekurangan berat badan pada anak juga tidak kalah penting untuk diperhatikan. Sebagai orang tua, kita tentu ingin melihat buah hati tumbuh kembang dengan optimal. Nah, mengenali tanda-tanda awal berat badan kurang bisa menjadi langkah pertama untuk memastikan si kecil mendapatkan perhatian dan penanganan yang tepat.

Lebih dari Sekadar Angka di Timbangan: Mengenali Tanda Awal Berat Badan Kurang

Mungkin kita sering fokus pada kenaikan berat badan yang signifikan. Namun, penurunan atau bahkan stagnasi berat badan juga perlu menjadi perhatian. Berikut beberapa tanda awal berat badan kurang pada anak yang seringkali terlewatkan:

1. Pertumbuhan Berat Badan yang Melambat: Bukan Sekadar Fase

Setiap anak memiliki kurva pertumbuhan yang unik. Namun, jika Anda melihat grafik pertumbuhan anak Anda cenderung datar atau bahkan menurun dari pola sebelumnya, ini bisa menjadi indikasi awal adanya masalah. Jangan hanya menganggapnya sebagai “fase” tanpa mencari tahu penyebabnya. Melacak pertumbuhan berat badan secara berkala, misalnya melalui buku kesehatan anak atau aplikasi khusus, bisa membantu Anda mendeteksi perubahan ini lebih awal.

2. Nafsu Makan yang Kurang: Lebih dari Sekadar Pilih-Pilih Makanan

Semua anak pasti pernah mengalami fase pilih-pilih makanan. Tapi, jika si kecil terus-menerus menolak makanan, porsi makannya sangat sedikit, atau bahkan tidak tertarik dengan makanan sama sekali, ini bisa menjadi tanda adanya masalah pada nafsu makannya. Coba perhatikan, apakah ada perubahan signifikan dalam preferensi makannya atau adakah keluhan tertentu setiap kali waktu makan tiba.

Baca Juga :  Fatigue: Tanda Tubuhmu Mengirim Peringatan Keras!

3. Perubahan Pola Makan: Ada yang Berbeda dengan Kebiasaannya?

Perubahan pola makan yang drastis juga perlu diwaspadai. Misalnya, anak yang dulunya lahap makan tiba-tiba menjadi sangat sulit makan, atau anak yang biasanya suka ngemil sehat jadi tidak tertarik sama sekali. Perubahan ini bisa jadi disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari masalah kesehatan hingga masalah psikologis.

4. Kurangnya Energi dan Kegiatan Fisik: Si Kecil Jadi Lebih Pendiam?

Anak-anak umumnya sangat aktif dan penuh energi. Jika Anda melihat si kecil jadi lebih mudah lelah, kurang bersemangat untuk bermain atau beraktivitas fisik, bahkan cenderung lebih pendiam dari biasanya, ini bisa menjadi pertanda bahwa tubuhnya tidak mendapatkan cukup nutrisi untuk menghasilkan energi.

5. Perubahan Perilaku dan Mood: Lebih Rewel atau Mudah Marah?

Kekurangan nutrisi juga bisa memengaruhi suasana hati dan perilaku anak. Anak yang kekurangan berat badan mungkin menjadi lebih rewel, mudah marah, sulit berkonsentrasi, atau bahkan terlihat sedih dan menarik diri. Perubahan mood yang signifikan tanpa alasan yang jelas perlu menjadi perhatian.

6. Sulit Mencapai Tingkat Berat Badan Ideal: Dibandingkan dengan Teman Seusianya

Membandingkan anak dengan teman sebayanya memang tidak selalu bijak. Namun, jika Anda melihat anak Anda secara konsisten terlihat lebih kurus atau kecil dibandingkan teman-teman seusianya, dan hal ini dikonfirmasi oleh dokter anak, bisa jadi ada masalah dengan berat badannya. Dokter akan menggunakan kurva pertumbuhan standar untuk menilai apakah berat badan anak Anda berada dalam rentang yang sehat.

7. Faktor Genetik dan Lingkungan: Apakah Ada Pengaruhnya?

Faktor genetik memang bisa berperan dalam menentukan postur tubuh anak. Namun, jangan jadikan ini sebagai satu-satunya alasan. Lingkungan juga sangat berpengaruh. Misalnya, ketersediaan makanan bergizi di rumah, kebiasaan makan keluarga, dan tingkat aktivitas fisik sehari-hari semuanya berkontribusi pada berat badan anak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *