Karir

Waspada! 7 Kata-Kata Manis Interview yang Ternyata Red Flag

×

Waspada! 7 Kata-Kata Manis Interview yang Ternyata Red Flag

Sebarkan artikel ini
Waspada! 7 Kata-Kata Manis Interview yang Ternyata Red Flag
Waspada! 7 Kata-Kata Manis Interview yang Ternyata Red Flag (www.freepik.com)

data-sourcepos=”5:1-5:596″>case.web.id – Siapa sangka, beberapa kalimat yang terdengar wajar saat wawancara kerja justru bisa jadi alarm tanda kamu bakal sering banget overwork alias kerja lembur bagai kuda? Di dunia profesional yang serba cepat ini, penting banget buat kita, terutama para pencari kerja muda, untuk jeli membaca sinyal-sinyal tersembunyi. Jangan sampai deh, semangat di awal karir malah bikin kita burnout karena ekspektasi kerja yang nggak masuk akal. Yuk, kita bedah beberapa kalimat yang sering muncul di wawancara, tapi sebenarnya menyimpan potensi red flag buat kesehatan mental dan work-life balance kamu!

Waspadai Sinyal Tersembunyi di Balik Kalimat “Fleksibel”

Salah satu kalimat yang sering banget kita dengar adalah, “Kami membutuhkan seseorang yang bisa fleksibel dengan jam kerja.” Sekilas, ini terdengar seperti perusahaan yang menghargai keseimbangan kerja, kan? Tapi, coba deh pikirkan lagi. Fleksibel di sini seringkali jadi kode untuk “siap sedia kapan saja dibutuhkan,” yang artinya jam kerjamu bisa jadi nggak menentu dan seringkali melewati batas normal. Bukannya nggak boleh fleksibel, tapi kalau di awal sudah ditekankan banget, bisa jadi ini pertanda kamu akan sering diminta untuk bekerja di luar jam kantor reguler, bahkan mungkin di akhir pekan.

“Melangkah Lebih Jauh”: Ambisi atau Eksploitasi?

Kemudian, ada juga kalimat yang terdengar sangat positif dan ambisius: “Kami mencari individu yang tidak ragu untuk ‘melangkah lebih jauh’ demi hasil terbaik.” Tentu saja, punya inisiatif dan dedikasi itu penting. Tapi, kalau kalimat ini diucapkan dengan penekanan berlebihan, bisa jadi ini indikasi bahwa perusahaan mengharapkan kamu untuk terus menerus melampaui ekspektasi tanpa ada batasan yang jelas. “Melangkah lebih jauh” bisa berarti kamu akan dibebani tanggung jawab di luar deskripsi pekerjaan awalmu, dan mungkin tanpa kompensasi yang sesuai. Semangat memang bagus, tapi jangan sampai dimanfaatkan, ya!

Baca Juga :  Benarkah Dunia Kerja Gen Z adalah Kolaborasi, Bukan Hierarki?

Budaya Kerja “Cepat dan Penuh Dedikasi”: Siap Maraton Tiap Hari?

Nggak jarang kita mendengar tentang “budaya kerja cepat dan penuh dedikasi.” Di satu sisi, ini bisa berarti tim yang produktif dan bersemangat. Tapi, di sisi lain, budaya kerja yang terlalu intens seringkali mengarah pada tekanan yang tinggi dan jam kerja yang panjang. Dedikasi itu penting, tapi kalau setiap hari kamu dituntut untuk bekerja dengan kecepatan tinggi tanpa jeda, siap-siap aja energi terkuras habis. Ingat, sprint itu beda sama maraton. Kalau setiap hari harus sprint, lama-lama bisa kelelahan juga.

Peluang Belajar dengan “Adaptasi”: Prioritas Tim di Atas Segalanya?

Kalimat seperti “Ada banyak peluang belajar di sini, tetapi Anda harus bersedia beradaptasi dengan kebutuhan tim,” juga patut diwaspadai. Peluang belajar memang menarik, tapi kalau adaptasi dengan kebutuhan tim jadi prioritas utama dan terus menerus, bisa jadi jadwalmu akan sangat bergantung pada permintaan orang lain. Ini bisa berarti kamu akan sering mengesampingkan pekerjaan atau bahkan kebutuhan pribadimu demi memenuhi tuntutan tim yang mungkin saja overload. Belajar itu penting, tapi jangan sampai kehilangan kendali atas waktu dan prioritasmu sendiri.

“Semangat Tinggi dan Kinerja Maksimal”: Tanpa Ruang untuk Bernapas?

Lalu, ada ekspektasi yang tinggi seperti “Kami menghargai semangat yang tinggi dan kinerja maksimal di setiap waktu.” Mendengar ini mungkin membuat kita merasa dihargai, tapi coba renungkan lagi. Mengharapkan kinerja maksimal setiap saat tanpa ada ruang untuk istirahat atau sekadar recharge energi itu tidak realistis dan tidak sehat. Semangat memang perlu, tapi kalau dituntut untuk selalu dalam kondisi “on” tanpa henti, risiko burnout akan sangat tinggi. Ingat, manusia itu butuh istirahat, bukan robot yang bisa bekerja tanpa batas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *