HubunganPsikologi

Sering Diabaikan? Bukan Salahmu Sepenuhnya!

×

Sering Diabaikan? Bukan Salahmu Sepenuhnya!

Sebarkan artikel ini
Sering Diabaikan? Bukan Salahmu Sepenuhnya!
Sering Diabaikan? Bukan Salahmu Sepenuhnya! (www.freepik.com)

case.web.id – Merasa tidak dihargai dalam sebuah interaksi atau hubungan bisa jadi pengalaman yang nggak enak banget. Pernah nggak sih kamu merasa seperti pendapatmu diabaikan, atau justru jadi sasaran sindiran halus yang bikin down? Ternyata, ada lho beberapa pola komunikasi yang tanpa sadar bisa bikin seseorang merasa nggak penting. Yuk, kita bedah satu per satu biar lebih aware!

Mengapa Kita Merasa Tidak Dihargai? Lebih dari Sekadar Perasaan Belaka

Sebelum membahas polanya, penting untuk kita pahami dulu kenapa sih perasaan tidak dihargai itu bisa muncul dan dampaknya buat kita. Bayangkan, ketika kita berusaha menyampaikan ide atau perasaan, tapi respons yang kita dapat justru dingin atau bahkan diabaikan. Rasanya seperti suara kita nggak didengar, keberadaan kita nggak dianggap. Lama-kelamaan, hal ini bisa mengikis rasa percaya diri dan membuat kita jadi enggan untuk terbuka lagi.

Menurut sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journal of Social and Personal Relationships, komunikasi yang buruk adalah salah satu penyebab utama konflik dan ketidakbahagiaan dalam hubungan. Ketika seseorang merasa tidak dihargai, ini bisa memicu stres, kecemasan, bahkan depresi. Data dari survei yang dilakukan oleh American Psychological Association juga menunjukkan bahwa individu yang merasa didukung dan dihargai dalam hubungan cenderung memiliki kesehatan mental yang lebih baik. Jadi, jelas ya, perasaan dihargai itu bukan cuma soal baper atau nggak, tapi punya dampak nyata buat kesejahteraan psikologis kita.

Nah, sekarang kita masuk ke inti pembahasan. Inilah enam pola komunikasi yang mungkin sering kita temui atau bahkan tanpa sadar kita lakukan, yang ternyata bisa bikin orang lain merasa nggak dihargai:

Baca Juga :  Introvert Bukan Pemalu, Luruskan 5 Mitos Ini!

1. Ketika Pendapatmu Hanya Jadi Angin Lalu

Pernah nggak kamu lagi semangat-semangatnya menyampaikan ide atau gagasan, tapi respons dari lawan bicara cuma berupa anggukan singkat tanpa ada tindak lanjut atau pertanyaan lebih lanjut? Atau mungkin, ide kamu langsung dipatahkan tanpa ada pertimbangan yang jelas? Inilah yang disebut mengabaikan pendapat. Ketika seseorang terus-menerus merasa bahwa apa yang mereka katakan tidak didengarkan atau dianggap remeh, lama-kelamaan mereka akan merasa tidak penting dan enggan untuk berkontribusi lagi.

2. Sarkasme dan Sindiran: Senyum Pahit di Balik Kata-Kata

“Wah, rajin banget kamu, baru dateng jam segini.” Kalimat ini mungkin terdengar seperti candaan, tapi kalau diucapkan dengan nada sinis, bisa sangat menyakitkan. Sarkasme dan sindiran adalah bentuk komunikasi pasif-agresif yang sering kali merendahkan orang lain di balik kedok humor. Meskipun mungkin maksudnya bercanda, tapi efeknya bisa merusak rasa percaya diri dan membuat seseorang merasa tidak aman dalam berinteraksi.

3. Sibuk dengan Dunia Sendiri Saat Bersama

Di era digital ini, godaan untuk terus terhubung dengan smartphone memang besar. Tapi, coba deh bayangkan kalau kamu lagi ngobrol sama seseorang, tapi matanya terus tertuju pada layar ponselnya. Rasanya seperti kamu nggak dianggap, kan? Tidak memberikan perhatian penuh saat berbicara adalah tanda kurangnya penghargaan terhadap waktu dan keberadaan lawan bicara. Ini menunjukkan bahwa ada hal lain yang dianggap lebih penting daripada interaksi denganmu saat itu.

4. Belum Selesai Bicara Sudah Dipotong

“Eh, bentar… bukan gitu maksudnya…” Seringkali tanpa sadar kita memotong pembicaraan orang lain karena merasa punya informasi yang lebih penting atau ingin menyampaikan pendapat kita secepatnya. Tapi, kebiasaan menginterupsi atau memotong pembicaraan ini mencerminkan kurangnya rasa hormat terhadap apa yang ingin disampaikan lawan bicara. Ini bisa membuat mereka merasa tidak didengarkan dan pendapatnya tidak dihargai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *